Penyusunan RAD, Ini Lima Fokus Baubau Pada Pembangunan Berkelanjutan

PUBLIKSATU, BAUBAU - Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) gagas lokakarya penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk tujuan pembanguan berkelanjutan (TPB/SDGs) di Aula Kantor Bappeda Kota Baubau, Kamis (8/11/18).
"Berdasarkan Peraturan Presiden, bahwa tahun depan semua daerah sebelum berakhir bulan juli 2019 sudah harus mempunyai RAD terkait tujuan pembanguan berkelanjutan. Jadi, kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk membantu pemerintah membuat RAD," kata Deputi Direktur Yayasan Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Romlah Wati.
Lanjut kata dia fokus RAD pada lima tujuan SDGs yakni tanpa kelaparan, tanpa kemiskinan, kehidupan yang sehat dan sejahtera, pendidikan yang berkualitas serta kesetaraan gender yang menjadi prioritas utama di Kota Baubau,
Namun kata dia, tidak semua daerah di Indonesia memiliki fokus tujuan yang sama. Dari semua tujuan, ada satu yang menjadi prioritas utama dikarenakan merupakan tujuan prioritas pemerintah pusat.
"Kesehatan berkualitas juga menjadi prioritas utama karena negara kita masih menghadapi anak-anak yang masih susah diatur, itu cukup tinggi dan menjadi fokus utama. Jadi ini berdampak pada kemiskinan, kelaparan dan hal-hal yang lainnya," terangnya.
Menurutnya dalam lima tahun terakhir ini pemerintah Kota Baubau harus memfokuskan pada pembangunan-pembangunan pada lima tujuan tersebut. Kemudian dapat dievaluasi apakah yang lima tujuan ini sudah tercapai.
Dari RAD yang disusun ada yang akan menjadi tugas dari pemerintah dan ada RAD yang menjadi tugas non pemerintah.
"Yang ini nanti RAD yang banyak menjadi tugas dari pemerintah. Setelah selesai ini dinas dan teman-teman dari masyarakat sipil juga akan menyusun lagi lebih rinci kemudian akan diberikan kepada Bappeda untuk disatukan menjadi rencana aksi daerah Kota Baubau yang terdiri dari aksi pemerintah dan aksi non pemerintah," tukasnya.
Tak hanya sampai di situ Pekka akan ikut terlibat didalam proses mengawal pemerintah Kota Baubau mencapai lima tujuan tersebut.
"Jadi Pekka akan terlibat dan kemarin kita sudah berdiskusi dengan dinas pemberdayaan perempuan dan perlundungan anak, serta Bappeda bahwa Peka ini nanti akan diminta untuk tahun 2019 juga kelompok atau pengorganisasian Peka yang ada semua kelurahan yang ada di Baubau," jelasnya.
"Ada evaluasi jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jadi dalam lima tahun kita kan selalu mereview," sambungnya menegaskan. (Cro1)