Berita Terkini
Buton

Buton Banyak Kekurangan Guru Madrasah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 9 November 2018 14:33 WIB · 2 menit baca
Buton Banyak Kekurangan Guru Madrasah
Muhtar

PUBLIKSATU, BAUBAU - Kabupaten Buton masih kekurangan banyak guru sekolah agama Islam. Tersebar mulai dari Madrasah Ibtidaiyah/setara SD, Madrasah Tsanawiyah/setara SMP hingga Madrasah Aliyah/setara SMA.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Buton, Muhtar dikonfirmasi di Baubau, beberapa waktu lalu.

"Sekarang ini guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri ada 18 orang. Padahal semestinya yang kita butuhkan itu 43 orang. Jadi kita kekurangan 25 orang," katanya.

Madrasah Tsanawiyah, urai dia, saat hanya ada 32 orang guru untuk semua mata pelajaran. Sementara analisis kebutuhan harusnya butuh 80 orang. "Jadi untuk Mandrasah Tsanawiyah ini kita kurang 48 orang," imbuhnya.

Madrasah Aliyah, ulas dia, sekarang ini terdapat 57 orang guru. Sementara kebutuhan ideal mestinya 148 orang. Artinya masih kurang 91 orang.

Ia menjelaskan, kekurangan tersebut merupakan guru mata keagamaan seperti bahasa Arab, Fikih, Akidah dan Akhlak. Selain itu juga mata pelajaran umum seperti Matematika, Fisika, Akuntansi dan Penjaskes.

"Penerimaan CPNS tahun ini dialokasikan hanya 11 orang. Tapi, paling tidak 11 orang ini adalah mata pelajaran yang benar-benar tidak ada gurunya," terangnya.

Dia mengakui, strategi yang dilakukan madrasah atas kekurangan guru tersebut yaitu rapat komite merekrut tenaga honorer yang digaji pakai dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Di samping itu, Kemenag juga memberikan honor kepada alumni yang ingin mengajar di madrasah-madrasah swasta.

"Memang kalau kita lihat ini secara keseluruhan kita masih membutuhkan guru baik Ibtidaiyah maupun Tsanawiyah swasta kurang lebih 254 orang," tandas Muhtar. (exa)