'Tampang Boyolali' Tak Pengaruhi Pemilih di Daerah Lain
Bagikan

PUBLIKSATU, JAKARTA - Fenomena 'Tampang Boyolali' tidak akan mempengaruhi pemilih di daerah lain. Hal ini diungkapkan pengamat politik Adi Prayitno.
Adi mengatakan, meski Prabowo telah meminta maaf, pernyataan soal ‘tampang Boyolali’ masih tetap berpengaruh pada psikologi pemilih ke depan. “Tapi saya kira soal ucapan 'tampang Boyolali' Prabowo hanya berpengaruh di Boyolali saja," ujar Adi kepada JPNN, Jumat (9/11).
Pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarief Hidayatullah Jakarta ini menyodorkan sejumlah argumen untuk memperkuat analisisnya. Pertama, ucapan tersebut lebih spesifik menyebut masyarakat Boyolali.
Sementara masyarakat di daerah lain tidak disebut. Karena itu, pernyataan soal ‘tampang Boyolali’ tidak terlalu berpengaruh terhadap preferensi pilihan masyarakat di daerag lain.
Selain itu, masa kampanye masih berlangsung enam bulan ke depan. Pemungutan suara Pilpres 2019 rencananya baru akan digelar 17 April mendatang.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini menegaskan, isu di satu daerah tidak sama dengan daerah lain. "Karena isunya lokal dan segmented, sementara di tempat lain preferensi pemilihnya beda-beda," ucap Adi.(gir/jpnn)