Berita Terkini
Busel

46 Unit Rumah Nelayan Dibangun di Desa Bola

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 10 November 2018 13:32 WIB · 3 menit baca
Bagikan
46 Unit Rumah Nelayan Dibangun di Desa Bola
Plt Bupati Busel H La Ode Arusani meletakan batu pertama pembangunan rumah khusus nelayan di Desa Bola

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - 46 unit rumah khusus nelayan mulai dibangun di desa Bola, Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan (Busel). Pembangunannya ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Plt Bupati H La Ode Arusani, Jum'at (9/11) kemarin.

Plt Bupati La Ode Arusani mengapresiasi pemerintah pusat dalam mendukung pembangunan Kabupaten Busel. Begitu pun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis terkait pembangunan perumahan nelayan ini.

Arusani berjanji akan berupaya secepat mungkin merealisasikan listrik, air bersih dan syarat lainya dalam mendukung pembangunan rumah nelayan ini yang menjadi tanggung jawab pihaknya. “Kami akan usahakan soal listrik, air bersih dan soal izin lainya akan kami penuhi,” katanya.

Kepada masyarakat Bola, dia meminta untuk mendukung dan mensukseskan pembangunan rumah khusus nelayan ini. "Agar pembangunannya cepat rampung dalam kurun waktu yang telah ditentukan,” katanya.

Dia menegaskan, pembangunan perumahan di daerahnya akan terus diperjuangkan untuk masyarakat. "Ini menjadi modal semangat pemerintah daerah dalam memacu memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni kepada masyarakat khusus nelayan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Dr Sunaryo Mulyo mengatakan, rumah khusus nelayan di Desa Bola ini merupakan gelombang kedua di Busel. Sebelumnya, 50 unit di Desa Bahari, Kecamatan Sampolawa juga dibangun melalui program pemerintah pusat Kementrian PU dan Perumahan Rakyat menggunakan APBN 2017 sebesar Rp 8,2 miliar.

"Tahun ini di desa Bola, Kecamatan Batauga, tahun berikutnya diusulkan di desa Waindawula Kecamatan Siompu dan Kecamatan Kadatua," sebutnya.

Jebolan doktor teknik sipil Unhas ini mengatakan, Dinas Perumahan dan Pemukiman Busel berkontribusi terhadap mendukung program Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT) itu dengan cara mendatangkan atau mengupayakan perumahan khusus nelayan di Busel.

"Bantuan ini dari pemerintah pusat Kementrian PU dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen perumahan khusus Kementrian Perumahan tahun 2018. Semoga perumahan khsusus nelayan ini bisa menjadi icon desa," tukas mantan Kepala Bappeda ini.

Kata dia, sebelumnya, para nelayan berkeluarga yang tidak memiliki rumah telah melalui proses seleksi yang cukup ketat untuk mendapatkan bantuan ini. "Program perumahan ini juga untuk mencegah mengurangi pemukiman kumuh. Sebab pada biasanya rumah nelayan identik dengan kekumuhan dan padat," pungkasnya.

Diharapkan untuk masing-masing kawasan nanti punya sentra-sentra kawasan nelayan. Sehingga kedepan yang akan dilengkapi diperjuangkan lagi bukan hanya perumahan saja tapi dengan sarana pendukung seperti tambatan perahu, dermaga dan sebagainya.

Dia membeberkan, tanggung jawab pihaknya mengenai penyediaan air bersih, jaringan listrik, perizinan, dokumen UKL/UPL telah tertuang dalam Memorandum of Understanding (MuO) atau nota kesepakatan. "Ini sementara dalam proses sehingga nantinya untuk listrik dan air bersih sudah disepakati dianggarkan tahun 2019 ini. Sehingga diharapkan begitu selesai pembagunan rumah nelayan ini bisa langsung difungsikan,” terangnya.

Dia menuturkan, pihaknya berharap pemerintah pusat juga bisa menambah tambahan pendukung fasilitas seperti dermaga dan tambatan perahunya. Pihaknya pun bertekad mengupayakan pembangunan kawasan terintergrasi jalan masuk dan jalan lingkar di lokasi.

"Tanah ini merupakan lahan hibah masyarakat. Nanti sertifikat tanah itu menjadi sertifikat tanah pemerintah kemudian diserahkan kepada masyarakat," tandasnya.

Kepala urusan teknis pembangunan rumah susun/rumah khusus Provinsi Sultra, Irsan Basalamah menguraikan, nilai projek rumah khusus nelayan ini sebesar Rp 5,7 miliar. Dibangun 23 Kopel. Setiap Kopel terdiri dari dua unit tipe 28.

"Untuk fasilitas pendukung seperti air bersih dan listrik menjadi kewajiban dan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Busel. Kita hanya membangun unit," ujarnya.

Kontraktor proyek pembangunan rumah khusus nelayan Desa Bola, Ikhsan Ismail berharap pendirian rumah ini dapat bermanfaat khususnya nelayan setempat. "Mudah-mudahan perumahan ini bisa lebih meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan disini," singkatnya. (aga/exa)

Bagikan