Dinsos Konkep Salurkan Bantuan Kube

PUBLIKSATU, KONAWE KEPULAUAN - Kementerian Sosial, RI melalui Dinas Sosial Kabupaten Konkep memberikan bantuan modal usaha bagi Kube yang ada di Kabupaten Konkep. Pemberian modal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan pendapatan masyarakat lebih baik dari kondisi sebelumnya.
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan Bupati Konkep, H Amrullah yang didampingi Wakil Bupati, Andi Muhamad Lutfi, Sekda Cecep Trisnajayadi dan Kadis Sosial, Muh Rustam Arifin saat kegiatan Laucing Inovasi proyek perubahan pelaksanaan Diklatpim yang berlangsung di Pantai Kampa belum lama ini.
Bupati Konkep, H Amrullah mengatakan pemberian bantuan modal usaha tersebut bertujuan untuk mendorong perekonomian masyarakat dapat lebih meningkat. Karena itu, Bupati H Amrullah berpesan agar anggoat Kube dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal.
"Kita berharap kepada penerima bantuan tersebut supaya benar-benar memanfaatkannya dengan baik agar hasil usaha yang dikelola dapat berhasil maksimal," pinta Bupati H Amrullah.
Sementara itu Kadis Sosial Kabupaten Konkep, Muhamad Rustam Arifin mengungkapkan jumlah penerima bantuan tersebut sebanyak 20 kelompok. Dengan rincian masing-masing kelompok kube memperoleh Rp 20 .000.000.
Dikatakan Muh Rustam semua kelompok kube penerima bantuan tersebut akan diawasi dan dipantau perkembangan kegiatannya untuk mengetahui seberapa besar tingkat keberhasilan yang dicapai.
"Semua kelompok kube tersebut akan menjadi basis binaan Dinsos, tentunya untuk mengetahui perkembangan kegiatannya akan di awasi perkembangan usahanya," jelas Muh Rustam Arifin.
Para penerima bantuan, kata Muh Rustam sebagian besar bergelut dibidang usaha perbengkelan, pertukangan dan pedagang sembako. Para kelompok kube tersebut umumnya berasal dari Kecamatan Wawonii Barat, ujarnya .
Ketika ditanya apakah semua kelompk kube di Kabupaten Konkep akan diberikan bantuan yang sama, Muh Rustam mengatakan tambahan bantuan kube tersebut tergantung kebijakan pemerintah pusat.
"Adapun tambahan bantuan itu kita menunggu kebijakan pusat," tandasnya. (P4)