Berita Terkini
Sultra

Dipicu Persoalan Asmara, Pelajar di Sultra Tawuran

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 12 November 2018 21:17 WIB · 2 menit baca
Dipicu Persoalan Asmara, Pelajar di Sultra Tawuran
ilustrasi tawuran

PUBLIKSATU.CO – Puluhan pelajar di Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara, diamankan aparat kepolisian. Pelajar asal SMAN 1 Wawonii Barat dan SMKN Perikanan Wawonii Barat diamankan aparat karena terlibat tawuran di Desa Pasir Putih, akhir pekan lalu. Selidik punya selidik, rupanya tawuran tersebut dipicu hanya gara-gara urusan asmara.

Kapolsek Wawonii, Iptu Ismail Pali melalui Kasi Humas, Bripka Irwan Saputra mengatakan, tawuran pecah antar dua sekolah lantaran salah seorang oknum pelajar SMKN Wawonii Barat tidak terima adik perempuannya berpacaran dengan salah seorang pelajar di SMAN 1 Wawonii Barat. Sehingga beberapa oknum pelajar SMKN mendatangi pelajar SMA.

“Pemicunya hanya persoalan wanita. Siswa SMKN langsung menyerang pelajar SMA. Karena adik perempuan salah satu pelajar siswa SMKN Wawonii Barat pacaran sama siswa SMA, dan siswa SMK tidak terima, lalu mengajak teman-temannya untuk lakukan tawuran,” kata Kasi Humas Polsek Wawonii, Bripka Irwan Saputra, akhir pekan lalu.

Polsek Wawonii mengamankan 17 pelajar yang terlibat tawuran. Sementara puluhan pelajar lainnya berhasil melarikan diri setelah mengetahui kedatangan polisi. “Kami langsung giring para pelajar yang terlibat tawuran di Mako Polsek Wawonii, untuk dilakukan pembinaan. Saat diamankan, kami juga tidak menemukan benda tajam. Kemungkinan para pelajar ini tawuran menggunakan batu,” ujarnya.

Bripka Irwan menambahkan, Polsek Wawonii dalam komando Kapolsek Wawonii, Iptu Ismail Pali, tak segan menindak apabila para pelajar kembali terlibat tawuran setelah dilakukan pembinaan.

Sebab, tawuran pelajar telah mengganggu situasi Kamtibmas di wilayah hukum Polsek Wawonii. “Kapolsek memberikan pembinaan kepada pelajar yang terlibat tawuran. Mereka juga membuat pernyataan yang disaksikan para orang tua pelajar dan kepala sekolah. Jika masih mengulangi maka akan kami proses,” tandas Bripka Irwan.

(san/b)