Berita Terkini
Olahraga

Laga PSM vs Persija, Shahar Ginanjar Milik Siapa?

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 12 November 2018 14:02 WIB · 2 menit baca
Laga PSM vs Persija, Shahar Ginanjar Milik Siapa?
Shahar Ginanjar

PUBLIKSATU, BOLA — Persaingan PSM dan Persija dalam perburuan juara semakin ketat. Hingga duel keduanya di Stadion Andi Mattalatta, Jumat, 16 November nanti bakal jadi penentu status juara musim ini. Namun sebelum laga Persija panik jika timnya tidak akan diperkuat kipernya pinjaman dari PSM.

Diketahui PSM meminjamkan Kipernya Shahar Ginanjar ke Persija dengan persyaratan sang pemain tidak boleh dimainkan saat kedua tim bertemu. Hal ini serupa dengan status Imam Arif Fadillah yang dipinjam dari Persib Bandung.

Akan kesepakatan ini, Direktur Utama Persija, I Gede Widiade manegaskan akan tetap memainkan Shahar dengan pertimbangan timnya tidak memiliki kiper lain setelah Andritany ke timnas.

“Kan Andritany ke timnas. Apa Ismed atau Maman jadi kiper. (Gentlement Agreement) saya lupa itu. Insya Allah bisa main. PSM pasti ngerti kok,” terang Gede, Minggu, (11/11).

Manajer Persija Marsma Ardhi Tjahjoko menambahkan tidak mengetahui secara detail terkait peminjaman Shahar dari PSM ke Persija.

Mantan ajudan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono itu menilai, sampai sejauh ini, dia melihat tidak ada masalah untuk Shahar dimainkan melawan PSM.

”Kelihatannya tidak ada masalah perjanjian untuk Shahar. Jadi menurut saya tidak ada masalah kalau sampai Shahar diturunkan. Itu hak Persija (untuk menurunkan Shahar, Red),” ujar Jenderal bintang satu TNI-AU itu.

Sekretaris PSM, Andi Widya Syadzwina menambahkan soal Persija yang akan memainkan Shahar, pihaknya akan coba mengkomunikasikan kembali dengan CEO PSM, Munafri Arifuddin yang secara langsung menangani kesepakatan peminjaman Shahar ke Persija.

“Nanti kami tanyakan ke pak Appi dulu,” katanya.

Terkait hal ini, COO PT LIB, Tigor Shalom Boboy menjelaskan peminjaman pemain adalah urusan kedua klub yang bersangkutan. Namun untuk kasus Shahar menurutnya adalah sah pemain Persija dan operator dalam hal ini tidak berhak untuk melarangnya bermain.

“Hal tersebut tergantung kesepakatan diantara kedua tim apakah ada tertulis atau tidak. Musim ini kasusnya pernah ada Raphael Maitimo (Persib dan Madura). Dalam hal ini operator tidak ada wewenang,” jelasnya. (tam/fjr)