Lulus SKD CPNS Butur, Jebolan Pasca Sarjana UHO Ini Berbagi Tips
Bagikan

PUBLIKSATU, BUTON UTARA -Muhammad Jufri Hamdan, warga Lorong Nganga Buaya, Kelurahan Bangkudu, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara (Butur) merupakan salah satu peserta yang lulus tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS 2018 yang diikuti ratusan peserta di UPT BKN Kendari, Senin (11/11) sesi kedua pukul 10.00 Wita.
Pria kelahiran Ereke 15 Juni 1989 itu melamar untuk formasi Teknis Analis Tata Ruang pada instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Utara (Butur).
"Berkat doa dari kedua orang tua, Istri, keluarga dan teman-teman. Alhamdulillah saya berhasi lulus SKD" ujarnya kepada media ini, Selasa (12/11/2018).
Dinyatakan lulus tes SKD, Wawan sapaan akrab Jufri memperoleh nilai untuk TWK 95, TIU 85, dan TKP 155.
Bapak dua anak itu merupakan alumni Fakultas Pertanian Uiversitas Halu Oleo (UHO) Jurusan Ilmu Tanah Angkatan 2007 dan juga alumnus Pasca Sarjana UHO jurusan Perencanaan Pengembangan Wilayah (PPW).
Ternyata, pria yang berprofesi sebagai tenaga kontrak pendamping lapangan di Dinas Perkebunan dan Holtikultura Profinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu, bukan kali pertamanya lulus SKD. Di tahun 2014 silam, ia juga lulus CPNS berbasis CAT (Computer Assisted Test) tersebut.
"Kalau tidak salah tahun 2014, saya pernah ikut tes CPNS, hanya tidak lulus setelah ujian tes tertulis. Kalau tidak salah nila saya itu dulu untuk TWK 80, TIU 85, dan TKP 149, untuk formasi penyuluh pertanian di Istansi Pemprof Sultra"beber mantan Sekretaris Desa Langere itu.
Atas keberhasilannya itu, Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UHO tahun 2011 itu secara sukarela berbagi tips yang ia jalankan selama ujian.
Diupayakan mengerjakan soal yang dianggap mudah dan yakin bahwa jawabannya benar. Dimulai dari soal TKP karena soal ini membutuhkan tingkat analisis yang tinggi. Kemudian lanjut ke TWK dan TIU.
Mengerjakan soal yang pertanyaannya tidak terlalu panjang, lalu melanjutkannya dengan soal-soal yang lainnya sehingga ini bisa lebih mengefisienkan waktu.
Dibutuhkan konsentrasi, fokus dan ketelitian dalam mengerjakan soal tanpa terpengaruh berjalannya waktu dan aktivitas teman di dalam ruangan.
Jika masih ada sisa waktu, mengecek kembali jawaban-jawaban yang masih meragukan dan memastikan bahwa jawaban itu sesuai dengan maksud soal.
Dan jangan lupa Berdoa sebelum mulai ujian. (m7)