Antonio Conte Ingin Melatih Musim Baru
Bagikan

PUBLIKSATU, BOLA — Antonio Conte muncul untuk pertama kalinya di media setelah pada akhir Oktober lalu ia ramai diberitakan akan melatih Real Madrid. Pada wawancara pertamanya di Rai Sport, pelatih asal Italia itu mengumumkan ia baru akan kembali melatih awal musim depan.
Selain Madrid, mantan pelatih Chelsea, Juventus, dan tim nasional Italia itu juga sempat dikait-kaitkan dengan Manchester United. Kabarnya, ia tertarik melanjutkan pekerjaan Jose Mourinho yang sempat digoyang sepanjang Oktober setelah serangkaian hasil buruk Setan Merah.
Seperti halnya Madrid yang memilih melanjutkan kerjama sama dengan Santiago Solari, United juga belum bisa memberi pintu masuk pada Conte. Dengan torehan yang sudah sedikit membaik, petinggi MU disebut-sebut akan memberi waktu pada Mourinho hingga akhir musim.
Dengan demikian, jalan bagi Conte untuk kembali bekerja menjadi tertutup. Dan ia akhirnya memutuskan menunggu hingga musim baru untuk memulai pekerjaannya sebagai pelatih klub. “Untuk pelatih selevel saya, lebih baik menunggu hingga Juni, daripada naik kereta yang sudah bergerak,” kata Conte.
Conte juga ditanya soal komentar kapten Madrid, Sergio Ramos yang menyindir dirinya saat negosiasi dilaporkan sedang berjalan. Saat itu, Ramos menyinggung soal penghormatan kepada pemain. Pernyataan keras Ramos merujuk pada perseteruan Conte dengan beberapa pemain Chelsea yang membuat ia dipecat setelah gagal meloloskan The Blues ke Liga Champions.
“Ketika seorang pelatih tiba di sebuah tim, dia harus membawa pendidikan dan rasa hormat, sesuatu yang dia harapkan dari para pemain juga. Ketika ini salah, masalah dimulai. Baik pelatih maupun pemain harus memiliki sikap yang benar, terutama pada awal suatu hubungan, untuk mendapatkan kesuksesan,” tegas Conte.
Ia kemudian menjelaskan bagaimana pentingnya perubahan bertahap ketika bergabung dengan klub baru. “Kami pelatih Italia memiliki budaya kerja yang hebat dan ketika Anda bergabung dengan klub baru, Anda tidak dapat mengubah segalanya, Anda harus mencoba dan melakukannya secara bertahap. Setiap pelatih harus menjadi penjahit yang baik dan menyesuaikan keyakinan mereka dengan materi pemain yang mereka miliki,” jelasnya.
(FIN)