Bupati Busel Minta Warga Kurang Mampu Dicatat

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Plt Bupati H La Ode Arusani menginstruksikan kepada seluruh Kepala Desa (Kades)/Lurah se-Buton Selatan (Busel) melakukan pendataan terhadap warga kurang mampu. Sehingga data tersebut jadi acuan untuk diusulkan mendapat bantuan.
Busel sendiri keciprat bantuan sebanyak 491 unit rumah program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) pada 2018, mulai direalisasikan. Jumlah itu sebagian untuk peningkatan kualitas rumah dan pembangunan rumah baru kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Menurut dia, bantuan bedah rumah itu dapat mengurangi rumah kurang layak huni di Busel. Arusani juga meminta para Kades/lurah untuk melakukan pendataan secara akurat sehingga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan mendapat secepatnya diserahkan ke Pemkab Busel.
Program ini merupakan program pemerintah pusat kerja sama dengan pemerintah daerah. Sehingga sudah semestinya didukung dan disukseskan masyarakat.
"Kita harus bersyukur dan mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas rumah yang semula kurang layak huni menjadi rumah yang layak huni," ujarnya.
Dia berharap agar program ini berlanjut hingga tidak ada lagi masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni di kabupaten Busel.
Kadis Perumahan dan Kawasan Pemukiman Busel Dr Sunaryo Mulyo menyebutkan untuk Buton Selatan kegiatan BSPS ini mencakup 491 unit rumah. Dengan rincian untuk program Satker Strategis menangani 358 unit rumah dengan 303 peningkatan kualitas rumah dan 55 unit berupa pembangunan baru.
Sementara Satker NSV mengatakan, rumah swadaya atau reguler 108 rumah keseluruhan merupakan peningkatan kualitas. Sisanya dari dana APBD Busel untuk 25 unit rumah.
Cakupan wilayah kegiatan ini meliputi Kecamatan Sampolawa, Batuatas, Batauga, Siompu, dan Kadatua. Untuk besaran stimulan BSPS ini adalah Rp 15 juta untuk peningkatan kualitas perunit dan Rp 30 juta untuk kegiatan pembangunan baru perunit.
Ia menegaskan seluruh kegiatan ini harus selesai pada tahun ini juga. Harapannya, masyarakat dapat memanfaatkan sisa waktu ini sebaik-baiknya.
"Artinya setelah masyarakat menerima droping bahan bangunan harus segera dipasang untuk rehabilitasi rumahnya sesuai dengan petunjuk fasilitator desa yang ditunjuk oleh dinas. Dengan program BSPS ini diharapkan dapat mengurangi jumlah rumah tidak layak huni di Buton Selatan," pungkasnya.
Bentuk program ini, meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan. (aga/exa)