Berita Terkini
Sultra

Soal Tes SKD CPNS, Pemrov Sultra Segera Konsultasi KemenPAN-RB

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 15 November 2018 14:16 WIB · 2 menit baca
Soal Tes SKD CPNS, Pemrov Sultra Segera Konsultasi KemenPAN-RB
Tes CPNS

PUBLIKSATU, KENDARI - Minimnya peserta tes seleksi kompentensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) merata di seluruh jazirah Sulawesi Tenggara (Sultra). Untuk persoalan ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra segera konsultasi ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Nur Endang Abbas. "Secara nasional tidak memenuhi kuota seperti formasi yang ada di Pemprov Sultra sebanyak 133. Namun kenyataan di lapangan, hanya terdapat 58 orang yang lolos passing grade. Akan tetapi masih akan ada satu tahap lagi, karena baru mengikuti tahap pertama (SKD) dan selanjutnya akan mengikuti tahap kedua, yakni seleksi kompesi bidang (SKB)," ucap Endang saat ditemui di Aula Bahteramas, Selasa (13/11).

Lanjut Endang, sebelum ke KemenPAN-RB, pihaknya akan menghadap Gubernur Sultra, Ali Mazi, terlebih dahulu. Dimana dalam pertemuannya bertujuan untuk menyampaikan masukan dari beberapa kepala daerah di 17 kabupaten/kota di Sultra untuk mengambil langkah dalan melakukan konsultasi sebelum KemenPAN.

"Karena beberapa bupati sudah meminta ke saya agar kami mengkoordinasiakan kepada gubernur mengenai persoalan banyaknya peserta CPNS yang tidak lulus ujian, sebelum para bupati se-Sultra menghadap langsung ke KemenPAN," bebernya.

Ketika ditanya mengenai seputar penurunan angka passing grade, Endang mengaku pihaknya belum mengetahui soal hal itu. "Kita tidak tahu, apakah ada atau tidak mengenai kebijakan dalam hal penurunan passing grade, karena tes CPNS ini berlaku secara nasional. Saya juga sudah konsultasi dengan pihak BKN regional melalui grup WA BKD se-Indonesia, namun jawabannya tetap sama dan belum ada penurunan passing grade," bebernya.

Terkati soal tes CPNS 2018, setahu Endang soalnya berasal dari 10 perguruan tinggi. Namun pihaknya belum tahu perguruan tinggi apa saja yang membuat beberapa soal tersebut. Dimana, mengenai soal tesnya berjumlah sekitar 30 sampai dengan 50.000 bank soal yang berbeda setiap saat harus diacak.

"Yang paling dikeluhan dari semua peserta dalam seleksi CPNS kali ini, yaitu antara soal dan jawaban sangat banyak dan waktu yang digunakan sangat sedikit. Sehingga belum selesai mengerjakan semua soal ujian, waktu sudah selesai," tutur Endang. (m4)