Berita Terkini
Nasional

Takut Suami, Wanita Ini Terpaksa jadi PSK Selama 14 Tahun

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Kamis, 15 November 2018 15:26 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Takut Suami, Wanita Ini Terpaksa jadi PSK Selama 14 Tahun
Ilustrasi PSK

PUBLIKSATU, BOGOR – Bukannya menjaga dan menafkahi, seorang suami di Kabupaten Bogor justru menjual sang istri sebagai pekerja seks komersial (PSK).

Kisah pilu ini dialami Santi (nama samaran), perempuan 37 tahun ini menjadi pekerja seks komersial (PSK) sejak 14 tahun lalu. Ia dipaksa sang suami melayani pria hidung belang. Ironisnya, saat istri bekerja, si suami menunggu setoran di pinggir jalan.

“Kami PSK. Namun, kami tidak sebiadab lelaki itu (suami korban). Kami minta agar mereka cerai saja, tapi kami dikasari suaminya dan dibilang ikut campur,” ucap Wati (45), teman korban kepada Radar Bogor (Grup Fajar).

Dari pengakuan Santi, dia sehari bisa menyetor Rp 100 hingga Rp 200 ribu atau jika diakumulasi bisa sampai Rp 6 juta per bulannya. Dia mengaku terpaksa mengikuti suaminya, karena jika tidak, suaminya akan bersikap kasar.

“Saya juga enggak mau seperti ini. Namun, mau bagaimana lagi. Saya mau lapor ke mana. Saya sudah 14 tahun begini,” keluh wanita asal Palembang ini.

Untuk diketahui, salah satu lokasi prostitusi di Bogor yang cukup dikenal masyarakat adalah di sepanjang Jalan Raya Mayor Oking, Kecamatan Citeureup. Hampir setiap malam tidak penah sepi dari perempuan malam, beroperasi menjajakan dirinya di pinggir jalan.

Meski sudah sering terjaring razia, setelah dilepas para pelaku kembali turun ke jalan. Salah satunya adalah Santi, bukan nama sebenarnya, yang sering mangkal di Citeureup.

Sementara itu, Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridallah mengatakan, pihaknya terus menindaklanjuti praktik prostitusi yang meresahkan masyarakat tersebut. “Setiap dapat informasi atau menemukan fakta, segera kami tindak lanjuti,” ucapnya. (don/ded/jpnn)

Bagikan