Begini Penjelasan Grace Natalie Soal PSI Tolak Perda Syariah

PUBLIKSATU.CO - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie mengatakan pihaknya melakukan penolakan terhadap perda baik injil atau syariah. Hal itu untuk mencegah lahirnya ketidakadilan, diskiriminasi dan seluruh tindak intoleransi di Indonesia. partainya ingin berkomitmen mewujudkan keadilan di masyarakat.
Menurut mantan pewarta ini, adanya perda syariah dan juga injil telah membuktikan telah membatasi kebebasan masyarakarat dalam segala lah. Sehingga ini telah menciptakan adanya ketidakadilan.
Lebih lanjut Grace menambahkan, dirinya juga melihat adanya ketidakleluasaan masyarakat yang menganut agama minoritas dalam menjalankan ibadah keagamaanya.
Menurut Grace, Indonesia masyarakatnya adalah beragam. Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga ketidakadilan ini tidak bisa terus didiamkan saja. PSI berjanji bakal terus memperjuangkan adanya ketidakadilan lewat perda injil dan syariah di masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, psikolog dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Neng Dara Affiah mengatakan, langkah yang dilakukan oleh partai yang dinahkodai oleh Grace Natalie ini sangatlah bagus. Sehingga tidak ada pembedaan antara mayoritas dengan minoritas.
"Jadi tidak ada dominasi atas mayoritas terhadap minoritas, tidak ada pertentangan antara peraturan dengan yang di daerah-daerah," ujar Neng Dara saat dihubungi, Jumat (16/11).
Menurut Neng Dara, apa yang dilakukan oleh PSI karena merujuk pada Pancasila sila kedua keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Sehingga menurutnya memang perlu tidak ada perbedaan antara mayoritas dengan minoritas.
"Jadi saya lihat memang PSI enggak melanggar UUD dan Pancasila, justru PSI semangat bernegara," katanya.
Lebih lanjut mantan Komisoner Komnas Perempuan, sangat tidak adil jika PSI dibubarkan hanya kerena menolak terhadap perda syariah. Karena PSI tujuannya hanya ingin mewujudkan keadilan.
"Kenapa mesti dibubarin PSI, aneh-aneh saja. Enggak boleh dong, justru menurut saya itu baik cuma diterjemahkan beda sama lawan politiknya," pungkasnya.
(gwn/JPC)