Cuaca Ekstrem, Angin Puting Beliung Hantam 139 Rumah dan Musala

PUBLIKSATU, MOJOKERTO - Tercatat ada 139 rumah dan musala di Desa Sidorejo dan Parengan, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, porak-poranda akibat cuaca ekstrem hujan deras disertai angin puting beliung.
Hujan disertai puting beliung ini rata-rata merusak atap rumah, menumbangkan puluhan pohon, hingga memutus aliran listrik. Angin kencang yang menghantam rumah ratusan rumah tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
Saat itu, diawali dengan hujan lalu disertai angin kencang. Sebab, selama 10 menit lebih warga melihat angin berputar-putar di atas rumah mereka. Sejumlah rumah yang atapnya berbahan bahan seng dan genting lalu beterbangan.
’’Hujanya tidak begitu lebat. Namun angin yang datang dari arah selatan ke utara memporak-porandakan semua rumah,’’ ungkap Suwedi, 59, warga Dusun Ngaglik, Desa Sidorejo. Bahkan mobil miliknya yang diparkir garasi rusak akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Selain itu, atap belakang dan tengah rumahnya juga hancur.
Kasiatun, warga lainnya menambahkan, saat kejadian, dia sedang bersama tiga cucunya di dalam rumah. Begitu hujan disertai angin kencang datang mereka mengaku merasakan ketakutan. Angin kencang dari arah selatan ke utara itu membuat ketiga cucunya menangis.
Tidak banyak yang bisa dilakukan. Selain berdoa dan berusaha menyelamatkan diri dengan tetap berada di dalam rumah. Meski sebagian atap di tengah dan belakang sudah tersapu angin. ’’Alhamdulillah semua selamat. Tidak ada korban jiwa, hanya anak anak dan warga shock karena baru pertama kali ini terjadi angin seperti ini,’’ katanya.
Sutari, Ketua RT Dusun Sidoduwur, Desa Parengan menyatakan, ada dua desa yang terimbas puting beliung. Desa Sidorejo dan Desa Parengan. ’’Rata-rata atap rumah warga rusak parah,’’ ungkapnya. Kata dia, di Desa Parengan tidak hanya terjadi di Dusun Sidoduwur. Hampir menyasar di semua dusun.
Mulai Dusun Gondang, Sidokare dan Dusun Sidolegi. Namun pihaknya belum mengetahui pasti berapa jumlah rumah yang terdampak. ’’Di Dusun Sidoduwur kurang lebih ada 10 rumah rusak,’’ tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto M. Zaini menambahkan, tercatat ada 137 rumah dan dua musala terdampak hujan disertai puting beliung. ’’Estimasi angin kencang sekitar 15 menit. Kecepatan angin mencapai 40 km per jam,’’ katanya.
Dari data yang diterima, 137 rumah dan dua musala tersebut tersebar di Desa Sidorejo dan Parengan. Masing-masing 50 rumah di Desa Parengan, 87 rumah dan dua musala di Desa Sidorejo.
Rinciannya, lanjut Zaini, 10 rumah mengalami rusak berat, 41 rusak sedang, dan 36 rumah kategori rusak ringan. ’’Di Desa Parengan sekarang (kemarin, Red) masih kita assessment,’’ pungkasnya.
(mj/ori/ris/JPR)