Berita Terkini
Muna

Pengisian BBM Kendaraan Dibatasi, Jeriken dan Tangki Rakitan Tanpa Batas

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 21 November 2018 01:04 WIB · 2 menit baca
Pengisian BBM Kendaraan Dibatasi, Jeriken dan Tangki Rakitan Tanpa Batas
Kendaraan yang mengangkut jeriken melakukan pengisian BBM di SPBU Haji Satria

PUBLIKSATU, MUNA - Bukan pemandangan baru lagi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU milik Haji Satria di kawasan Mangga Kuning, Kabupaten Muna didominasi oleh jeriken dan tangki rakitan. Ini terjadi setiap hari.

Berdasarkan pantauan media ini, di luar SPBU terlihat tumpukan mobil-mobil dengan full muatan jeriken berisikan BBM jenis bensin dan solar. Parahnya lagi, setelah melakukan pengisian, mereka "kencing" di tempat. Ini tentunya menimbulkan pertanyaan besar, kenapa bisa sebebas itu? Padahal ini sudah sangat merugikan para pemilik kendaraan yang berjam-jam mengantri.

Ironisnya lagi, untuk pengisian BBM jenis solar kendaraan umum dibatasi. Untuk truk BBM yang diisi hanya batas Rp 200 ribu. Hal itu berbanding terbalik dengan kendaraan yang mengangkut jeriken dan tangki rakitan. Mereka disiapkan nosel khusus sehingga pengisian tanpa batas.

BBM jenis solar sangat diburu. Karena nilai jualnya tinggi. Untuk ukuran jeriken 20 liter, dibayar di SPBU sebesar Rp 100 ribu, kemudian dijual dengan harga antara Rp 160 - 170 ribu. Pengisian solar dalam seminggu tiga kali.

Jadwalnya, Selasa, Kamis dan Sabtu dengan jatah 8 ton. Dihari-hari itu, kendaraan yang mengangkut jeriken dan tangki rakitan sudah berjejer. Bahkan, mereka melakukan aktivitas bongkar muat di halaman Kantor Kelurahan Mangga Kuning.

Pihak SPBU pun terkesan melegalkan pengisian jeriken dan tangki rakitan. Hal tersebut terbukti, tidak ada tindakan yang dilakukan. Bahkan, ini juga didukung oleh para karyawan yang memegang nosel dengan semangatnya mengisi jeriken dan tangki rakitan.

Kuat dugaan ada permainan. Sayangnya tak satupun pihak SPBU yang mau berkomentar terkait itu. (cr1)