Berita Terkini
Nasional

Mahasiswi UIN Bandung Mengaku Dilecehkan Oknum Dosen

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 21 November 2018 16:37 WIB · 2 menit baca
Mahasiswi UIN Bandung Mengaku Dilecehkan Oknum Dosen
Ilustrasi

PUBLIKSATU.CO - Seorang Mahasiswi berinisial A (samaran) mengungkap perbuatan tak senonoh salah satu dosen di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Kabar itu ramai pasca mahasiswi tersebut pernah menjadi korban pelecehan dan bersuara meminta agar kasus itu ditindaklanjuti.

Bukan hal baru adanya oknum dosen dengan inisial T ini melakukan pelecehan terhadap mahasiswinya karena sudah terjadi sejak 2016 lalu. Pelecehan terjadi saat korban hendak bimbingan skripsi kepada T namun bukannya membahas atau membimbing melainkan mendapat pelecehan.

Seorang korban berinisial A (samaran) mengaku sudah mengetahui soal tingkah T dari teman-temannya. Namun karena urusan skripsi akhirnya ia terpaksa berkonsultasi kepadanya, karena T dikenal sebagai dosen yang pintar dan terkenal di kampus.

"Aku sebetulnya sudah tahu dari orang-orang kalau dia (oknum dosen) ini emang genit," kata A, Rabu (21/11).

Bahkan A mengaku sudah mengantisipasi dengan berjaga-jaga saat diajak keluar malam untuk membahas skripsi, dengan mengaktifkan terus handphone dan merekam suara di dalam mobil. Namun sayang ia tidak bisa menemukan rekaman itu saat ini.

"Selama di perjalanan aku sudah stand by handphone sama teman-teman. Aku juga sudah rekamin pembicaraan dia selama di mobil. Tapi rekamannya itu lho enggak nemu di mana," ungkapnya.

Soal teman yang merekomendasikan untuk konsultasi kepada T, dirinya tidak mengetahui pernah diperlakukan seperti itu atau tidak. Namun yang pasti korban pelecehan T bukan hanya satu mahasiswi melainkan banyak. Tapi tidak bersuara dan mengungkapkan kasus tersebut.

"Teman sih kayaknya enggak (dilecehkan) karena dia posisinya sudah nikah, tapi enggak tahu sih. Kata orang bapak itu nyari ceweknya yang cantik-cantik. Jadi banyak banget mungkin korbannya," tuturnya.

Pengakuannya saat pertemuan pun tidak sama sekali membahas soal skripsi. Walaupun korban sudah mengarahkan kepada pembahasan skripsi namun T menghiraukan.

Dengan ramainya desas desus ini, korban berharap pihak kampus bisa mengungkap kasus tersebut. Kampus pun tidak perlu malu karena oknum dosen mesum harus diberhentikan agar tidak ada korban lain.

"Harapannya kampus enggak perlu malu untuk PHK dosen seperti itu, dan mahasiswi jangan takut untuk speak up," ujarnya.

"Jangan mudah terhasut oleh dosen-dosen hanya karena nilai, harus speak up. Dosen yang seperti itu harus diberhentikan dan dipermalukan," pungkasnya.

Sebagaimana dikatahui, pihak UIN Bandung pun sudah membentuk tim investigasi untuk mengungkap kasus dosen mesum kepada mahasiswinya.

(ona/JPC)