Musim Penghujan, Pemerintah Waspadai Kasus Pohon Tumbang di Makassar

PUBLIKSATU.CO - Musim penghujan, Pemerintah Kota Makassar mewaspadai kasus pohon tumbang. Untuk itu, masyarakat diimbau waspada saat beraktivitas di luar rumah.
Sepanjang 2018, setidaknya sudah terjadi 91 kasus pohon tumbang di sejumlah ruas jalan utama di Makassar. Sementara pada 2017, tercatat ada 204 kasus pohon tumbang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar pun memberikan perhatian serius atas persoalan tersebut.
"Kami berharap sampai Desember tahun ini kasus pohon tumbang sedikit. Karena ada beberapa titik yang banyak pohon besar lapuknya itu sudah kami tebang atau pangkas," kata Kepala Bidang Ruang Terbuka Hijau DLH Makassar Bahar Cambolong melalui keterangan resminya di Makassar, Kamis (22/11).
Pemangkasan pohon telah dilakukan sejak 2017. Tujuannya mengurangi potensi terjadinya pohon tumbang. Sehingga tidak membahayakan warga yang sedang melalukan aktifitas di luar rumah.
"Jadi tentu kami harapkan tidak ada lagi pohon tumbang di Makassar. Kalaupun ada, paling satu atau dua. Namun kembali lagi, semoga tidak ada terjadi pohon tumbang. Apalagi sampai memakan korban," harap pria yang akrab disapa Barcam itu.
Barcam menyebut, masih ada empat wilayah yang memiliki pohon kayu tua. Masing-masing di Jalan Monginsidi, Jalan Cendrawasih, Jalan Bandang, dan Jalan Perintis. Mayoritas pohonnya jenis trembesi, mahoni, dan angasana.
"Kami imbau masyarakat waspada pohon tumbang saat musim hujan. Jangan parkir kendaraan di bawah pohon ketika hujan. Sementara kami terus turunkan tim melakukan pemangkasan pohon yang kami anggap membahayakan dan rawan," imbaunya.
Sebelumnya, Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar merilis tujuh daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang terancam terkena dampak cuaca ekstrem. Hujan dengan intensistas tinggi diperkirakan melanda Kabupaten Barru, Gowa, Maros, Pangkep, Toraja Utara, Takalar dan Kota Makassar.
Kepala Bidang Data dan Informasi Balai BMKG Wilayah IV Makassar Daryatno menjelaskan, puncak musim hujan terjadi pada Desember 2018 hingga Ferbruari 2019. Selama tiga bulan itu, intensitas curah hujan diperkirakan antara 51 mm hingga 500 mm.
"Selain tujuh daerah tersebut, kabupaten dan kota lainnya masih normal. Di bawah normal itu berada di Pesisir Timur dan Selatan Sulsel," jelas Daryatno, Selasa (20/11).
(rul/JPC)