Pemilu 2019, Penataan Dapil Baubau Sama Seperti Tahun 2014

PUBLIKSATU, BAUBAU - Komisi pemilihan umum (KPU) Republik Indonesia menetapkan penataan Daerah Pada (Dapil) untuk Kota Baubau sama seperti tahun Pemilu tahun 2014 lalu. Sementara untuk Untuk pemilihan DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara, Baubau berada dalam Dapil empat (IV).
"KPU Kota baubau telah melakukan uji publik sebanyak dua kali untuk mengusulkan daerah pemilihan kita, dalam rencana kami waktu awal memulai, kami memberikan dua usul. Usulan yang pertama adalah Dapil Pemilu 2009, usulan yang kedua adalah Dapil pemilu 2014," kata Ketua KPU Kota Baubau, Edi Sabara kepada wartawan di salah satu restoran Baubau, Rabu (21/11/18).
Lanjut Edi mengatakan, karena kewajiban KPU Kota Baubau cuma mengusulkan dan yang mengesahkan Dapil tersebut adalah KPU RI.
"KPU RI menetapkan daerah pemilihan Kota Baubau seperti Pemilu tahun 2014 yakni Dapil satu terdiri dari Kecamatan Betoambari, Kacamatan Murhum, dan Kecamatan Batupuaro. Itu rekapan jumlah dalam DPT adalah 47.797 memperebutkan sebelas kursi," ulasnya.
Sementara Dapil dua yakni Kecamatan Wolio, jumlah pemilih adalah 3.420 memperebutkan tujuh kursi.
Dapil tiga meliputi kecamatan Bungi, Lea-lea, Kokalukuna, dan Sorawolio dengan jumlah pemilih 29.835, memperebutkan tujuh kursi. sehingga total yang diperebutkankan sebanyak 25 kursi.
Pencalonan anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, Kabupaten Kota telah dimulai sejak Juli 2018 dan berakhir 29 april 2019, bersamaan dengan penetapan Daftar Calon Tetap (DCT).
"Untuk Kota Baubau jumlah Caleg kita yang akan mengikuti perhelatan Pemilu 2019 sebanyak 368, terdiri dari 220 Caleg laki-laki dan 148 Caleg perempuan. Dari aklimatisasi keterwakilan perempuan mencapai 40 persen. Untuk keterwakilan perempuan dalam caleg DCT kita," tukasnya.
Untuk pemilihan DPRD Provinsi Sultra, Baubau berada dalam Dapil empat memperebutkan sepuluh kursi. Sementara untuk DPR RI memperebutkan enam kursi dan DPD empat kursi.
Berkaca dari Pilkada 2018 lalu, KPU Baubau mencapai target pertisipasi pemilih sebesar 73 persen dari pertisipasi masyarakat untuk memberikan hak pilih. Sementara pada Pilkada 2012 hanya 68 persen.
"Sehingga harapan kami partisipasi pemilih di Pemilu 2019 akan meningkat dan bisa mencapai atau melampaui target nasional yaitu 77,5 persen. Kita berharap dengan konsolidasi stakeholder, kekompakan kita stakeholder angka ini bisa tercapai," ujar Edi Sabar. (Cro1)