Tekad Hidup Sampai Kakek Nenek Retak, Ini 7 Alasan Memilukan Pasutri Bercerai

PUBLIKSATU.CO - Perceraian memang bukan tujuan hidup pasangan suami istri (pasutri). Apalagi saat mengikat janji suci, pasangan bertekad untuk hidup bersama sampai kakek nenek. Namun di sisi lain, langkah perceraian harus diambil, entah itu disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal.
Tak seorang pun ingin bercerai atau berpisah dengan pasangan. Beberapa pasangan akhirnya berpisah karena rumah tangga mereka tak bisa dipertahankan.
Dari semua kasus yang terjadi, termasuk kasus perceraian selebriti, semestinya bisa menjadi cerminan bagi siapapun yang kini rumah tangganya sedang di ujung tanduk. Dilansir dari PopSugar, Rabu (21/11), ada beberapa alasan yang mendorong pasutri memutuskan untuk bercerai. Barangkali alasan-alasan itu bisa menjadi bahan evaluasi untuk siapapun.
- Komitmen Luntur
Seorang psikolog, dr. Wyatt Fisher, mengatakan kedua pasangan harus terus menjaga komitmen seperti di awal pernikahan. Ketika salah satu sudah tak nyaman dan ingin keluar dari zona tersebut, maka pernikahan sudah tak sehat.
- Masalah Seks
Sesuatu yang klise namun banyak pasangan yang berpisah karena alasan ini. Frekuensi yang tak lagi intim bisa memicu pertengkaran.
"Bukan rahasia pasangan mulai berbicara tentang perceraian ketika kehidupan seks mereka berubah," kata Terapis Pernikahan Shannon Kalberg, LMFT, dari Pepperdine University.
- Perselingkuhan
Jika mengetahui pasangan telah tersesat dari hubungan dan mengkhianati Anda, mungkin sangat sulit untuk menyelamatkan hubungan. Perselingkuhan adalah salah satu cara tercepat untuk memecahkan kepercayaan dalam pernikahan.
"Dan banyak pasangan tidak dapat pulih dari itu, pengkhianatan adalah perilaku yang tak bisa dimaafkan," kata dr. Fisher.
- Sering Berdebat
Semua pasangan memiliki argumen. Ketika perdebatan tersebut sudah menggunakan urat saraf dengan emosional bersiaplah menuju keretakan.
"Tantangan pernikahan adalah bagaimana pasangan berdebat, berkomunikasi, dan memecahkan masalah. Jika pasangan tidak berusaha untuk mengatur emosi dan menekan argumen maka eskalasi ketegangan dapat merusak pernikahan," ujarnya.
- Gertak Sambal
Ada saja pasangan yang beralasan berpisah untuk sementara waktu demi alasan memperbaiki pasangannya. Mereka memberikan waktu bagi pasangannya untuk introspeksi diri.
"Seperti memulai terapi pasangan untuk 'memperbaiki' pasangan mereka," kata Kalberg.
- Tak Ada Rasa Saling Menghargai
Ucapan terima kasih akan memupuk rasa penghargaan dalam suatu hubungan, sekalipun pernikahan sudah berjalan bertahun-tahun. Rasa tak menghargai bisa muncul dipicu dari persoalan materi di mana uang istri lebih banyak daripada suami.
- Kurangnya Perhatian
Komunikasi yang baik selalu menjadi pondasi terbaik. Ajaklah pasangan berbincang santai dan berkualitas setiap hari meski hanya sebentar. Ketika pasangan yang sudah menikah berhenti mendengarkan satu sama lain, mereka bisa berakhir dengan kejenuhan.
(ika/JPC)