Berita Terkini
Buton

14 Desa di Buton Jadi Kampung KB, Penyandang Stunting dan Sangat Tertinggal

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Jumat, 23 November 2018 17:48 WIB · 2 menit baca
14 Desa di Buton Jadi Kampung KB, Penyandang Stunting dan Sangat Tertinggal
Peresmian Kampung KB di Buton

PUBLIKSATU, BUTON - Pemerintah Kabupaten Buton melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) telah meresmikan 14 desa sebagai Kampung Keluarga Berencana (KB) di tahun 2018 ini.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupten Buton, Nasbah menjelaskan, dari 14 kampung KB itu 10 desa diantaranya merupakan kampung yang memiliki penduduk penyandang stunting sementara empat desa lainnya merupakan desa sangat tertinggal.

"Jadi dari stunting 10 dan kampung sangat tertinggal ada empat jadi 14 desa terakhir kita mulai bulan September, Oktober, November. Baru selesai pada kamis lalu," ujarnya saat di temui publiksatu.co di ruang kerjanya, Kamis (22/11/18).

Nasbah menjelaskan tugas BKKBN melalui kampung KB ini memberikan konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat untuk mencegah stunting.

"Kita memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kiranya pada proses seribu hari proses pasca kehidupan itu mulai dari mengandung sudah memang meberikan pemahaman kepada ibu-ibu," akunya. (Mo1)

Berikut data Kampung KB beserta jumlah penyandang Stunting tiap desa di Buton :

1. Desa Laburunci, dua orang.

2. Kabawakole, tiga orang.

3. Todanga, tiga orang.

4. Bukit Asri, dua orang.

5. Talaga Baru, satu orang.

6. Siotapina, satu orang

7. Sampuabalo, 10 orang.

8. Kumbewaha, lima orang.

9. Labuandiri, dua orang

10. Manuru, tiga orang.

Pembentukan Kampung KB Desa sangat tertinggal di Buton :

1. Desa Bukit Asri, Kecamatan Kapuntori.

2. Desa Wolowa Baru, Kecamatan Wolowa.

3. Desa Sampuabalo, Kecamatan Siotapina

4 Desa Harapan Jaya, Lasalimu Selatan