Berita Terkini
Baubau

BI Berharap Bantuan Non Tunai Buat Masyarakat Terbiasa Menabung

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 28 November 2018 04:59 WIB · 2 menit baca
BI Berharap Bantuan Non Tunai Buat Masyarakat Terbiasa Menabung
Ilustrasi Gedung Bank Indonesia

PUBLIKSATU, BAUBAU - Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara berharap melalui penyaluran program bantuan non tunai, masyarakat bisa mendapatkan rekening perbankan serta memiliki prilaku suka menabung sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 82 Tahun 2016 tentang strategi nasional keuangan inklusi.

"Selain itu dengan bantuan sosial secara non tunai ini juga dapat meningkatkan prilaku suka menabung dan perencanaan ekonomi yang lebih bijak oleh penerima," kata Perwakilan BI Sultra, Minarto Wahono saat serah terima bantuan non tunai, beberap waktu lalu.

Pemerintah menetapkan target pada 2019, warga Indonesia telah memiliki tabungan rekening atau disebut banking people sebanyak 75 persen.

Hal ini dilatar belakangi rendahnya tingkat inklusi keuangan di Indonesia yang baru mencapai empat puluh sembilan persen pada tahun 2017. Di mana salah satu sasaran keuangan inklusi adalah masayarakat berpendapatan menengah ke bawah.

"Bank Indonesia bersama perbankan dan Kementerian Sosial kemudian menerjemahkan target SNKI ini yang salah satunya penyaluran bantuan sosial secara non tunai," imbuhnya.

Saat penyaluran bantuan sosial yang telah dilakukan secara non tunai meliputi program keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Pada tahun 2018, bantuan non tunai PKH di Sulawesi Tenggara diberikan kepada 122.888 keluarga penerima manfaat, sementara untuk BPNT pada 25 Oktober 2018 telah diberikan kepada 10.143 keluarga penerima manfaat di Kota Kendari.

"Sebagai bagian dari lanjutan program bantuan pangan non tunai Kota baubau dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 7.313 keluarga besar penerima manfaat," ulasnya.

Lanjut ia, penyaluran bantuan sosial non tunai ini memiliki banyak manfaat antara lain lebih efisien. Sebab, bantuan PKH dan BPNT dapat diterima melalui satu kartu.

"Yang dapat di gunakan dimanapun. Jadi, penerima bantuan tidak perlu lagi mengantri untuk mendapatkan bantuan pangan non tunainya," terang Minarto. (Cro1)