Berita Terkini
Baubau

Peningkatan Inklusi Keuangan Lemah, BI Dorong Agen LKD di Seluruh Indonesia

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 28 November 2018 04:41 WIB · 1 menit baca
Peningkatan Inklusi Keuangan Lemah, BI Dorong Agen LKD di Seluruh Indonesia
Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Minarto Wahono

PUBLIKSATU, BAUBAU - Salah satu kendala utama dalam peningkatan inklusi keuangan di Indonesia adalah lokasi outlet-outlet perbankan yang sulit diakses dan masih adanya keengganan masyarakat untuk pergi ke bank.

Oleh karena itu bank Indonesia bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) mendorong berdirinya agen Layanan Keuangan Digital (LKD) di seluruh Indonesia.

"Salah satu tujuan dari LKD yakni untuk memfasilitasi penerima bantuan sosial sejalan dengan hal tersebut hingga saat ini telah terdapat 1.494 agen bank yang tersebar di seluruh Sulawesi Tenggara," kata Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, Minarto Wahono, Selasa (27/11/18).

Dengan keberadaan agen-agen bank di tengah masyarakat diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat pada industri keuangan formal yang. Pada akhirnya, kata dia, dapat meningkatkan inklusi keuangan.

"Adanya elektronik fikasih bantuan pangan non tunai ini bukan menjadi penghambat bagi masyarakat tetapi justru mempermudah masyarakat," imbuhnya.

Melalui program sosial bantuan non tunai yang dilakukan pemerintah memiliki peran penting dalam pengentasan kemiskinan serta akan meningkatkan geliat ekonomi masyarakat berbasis digital.

"Dengan adanya elektronik warung gotong royong atau yang disebut e-warung, Rumah pangan kita (RPK) atau kelompok usaha bersama (Kube) yang digagas oleh Bulog dan Kementerian Sosial serta di fasilitasi oleh himpunan bank-bank negara (Himbara) dalam penyediaan elektronik data capture atau IDC," terangnya. (Cro1)