Berita Terkini
Muna

Galian Fondasi Proyek Tugu Laworo Disorot

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Rabu, 28 November 2018 15:19 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Galian Fondasi Proyek Tugu Laworo Disorot

PUBLIKSATU, MUBAR - Volume pekerjaan proyek Tugu Laworo, di Desa Laworo, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat (Mubar) patut dipertanyakan. Pasalnya, salah satu bentuk pekerjaannya yakni galian fondasi, hanya dikerus. Terlihat kedalaman galian fondasi pembangunan tugu tersebut hanya sekitar 5-10 cm.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Mubar, Bahar Budiman mengaku, seharusnya kedalaman galian fondasi untuk pembangunan tugu itu antara 20-30 cm. Jika di bawah itu, berarti terjadi pengurangan volume pekerjaan.

"Kedalaman galian fondasi itu idealnya 20-30 cm. Kalau di bawah itu berarti kubikasinya kurang. Mungkin postur tanahnya keras di tempat pembangunan itu, sehingga digali tidak terlalu dalam," ungkapnya.

Jika pada salah satu bentuk pekerjaan itu terjadi pengurangan kubikasi, maka harus ditambahkan pada bentuk bangunan lain. Apakah itu ketinggian tugu, atau luas lingkaran diameter tugu. Semua kekurangan pekerjaan harus ditutupi pada postur bangunan lain.

"Jadi kalau kurang volumen fondasinya, harus ditambah pada bangunan lain. Saya kira itu tidak masalah. Karena tidak mengikut pada konstruksi bahan lain. Beda dengan proyek bangunan struktur seperti rumah atau hotel yang berlantai," ujarnya.

Bukan hanya proyek tugu Laworo yang fondasinya digali dengan kedalaman sekitar 5-10 cm, pembangunan tugu di Desa Lantaito, Kecamatan Sawerigadi, memiliki kondisi yang serupa. Tetapi lagi-lagi kata Bahar Budiman, tidak jadi masalah. Volume pada fondasi bangunan itu akan dialihkan pada konstruksi bangunan lain pada tugu tersebut.

"Konstruksi bangunannya sama dengan tugu lain yang dibangun selama ini. Hanya saja saat ini kita tambahkan ornamen lampu yang akan menghiasi bangunan tugu," katanya.

Ia menyebutkan, proyek tersebut melekat di APBD induk tahun 2018 ini. Anggaran masing-masing tugu berfariasi. Untuk tugu Laworo, dianggarkan sebesar Rp 395,970 juta. Sedangkan tugu Lantaito senilai Rp 396,870 juta.

"Proyek itu dikerja CV Bangun Sarana Perkasa. Kontraknya mulai sejak September lalu. Dikerja pada tahun anggaran perubahan ini, karena bahannya didatangkan dari luar daerah. Saya rasa tidak akan terlambat, sebab batas waktu pekerjaan sampai 30 Desember nanti," sebutnya. (p5)

Bagikan