Tumbang di Sekolah, Bocah Enam Tahun di Baubau Ini Mengaku Konsumsi Alkohol

PUBLIKSATU, BAUBAU - Salah seorang siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Baubau yang tiba-tiba jatuh pingsan sempat membuat geger, Rabu (28/11/18). Bocah enam tahun itu berinisial SA (samaran) mengaku mengonsumsi alkohol sebanyak satu botol sebelum berangkat ke sekolah.
Awalnya para guru menyangka anak didiknya itu terjatuh karena lemas. Sehingga SA dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.
"Itu anak, tiba-tiba jatuh kata gurunya. Terus dibawa ke UGD, kemudian dilakukan pemeriksaan kepada anak tersebut. Pas saya datang lihat anak itu bukan pingsan tetapi kayak tidur," kata dr Sari.
"Setelah ditanya ke anak tersebut akirnya dia mengaku sendiri. Dari gejalanya dia kelihatan mabuk, dan anaknya sendiri mengaku katanya tadi pagi baru habis minum alkohol satu botol. Tapi dia tidak bilang kalau habis dicampur dengan komix, cuma dia bilang dia minum minuman keras," ulasnya.
Pihak puskesmas sempat kaget dengan insiden tersebut karena saat dilakukan pemeriksaan tercium aroma alkohol. Kata Sari, ini merupakan kasus pertama yang ditanganinya.
"Baru pertama kali terjadi. Makanya tadi sempat kaget juga, kok anak baru usia segini (6 tahun)," ucapnya keheranan.
Pihak puskesmas sempat mengkonfirmasi kepada SA dimana ia memperoleh minum beralkohol tersebut. Namun ia tidak menggubris.
Pihaknya juga sempat menanyakan perilaku anak tersebut kepada orang tua siswa SD tersebut.
"Dia tidak mau mengaku. Dia bilang, nanti tempatnya dia ambil itu dia tidak mau lagi kasih minuman," ungkap Sari.
"Kenapa anak seumur begini sudah mengenal alkohol. Terus orang tuanya bilang katanya memang itu anak pergaulannya bebas. Kepada Dokter orang tua siawa dan guru menjelaskan bahwa sudah berusaha memantau tetapi ada batasnya," jelasnya.
Usai pemeriksaan, saat itu juga orang tua dan gurunya baru mengetahui bahwa SA mengonsumsi alkohol.
Tindakan medis yang diberikan tidak ada yang bisa dilakuakn dokter saat anak tersebut dibawa ke puskesmas. Pasalnya, anak yang dikirakan pingsan ternyata mabuk karena mengonsumsi alkohol sebanyak satu botol penuh.
"Kalau pasien begitu obatpun tidak bisa diberikan, cuma yang kita bisa lakukan menggali informasi, apa penyebabnya," ujar Sari.
Berangkat dari keprihatinannya, Sari berharap agar dilakukan penyuluhan terkait distribusi minuman beralkohol agar tak menyasar ke anak di bawah umur. (Cro1)