Disdik Buton Bakal Kaji Ulang Pelajaran Muatan Lokal

PUBLIKSATU, BUTON - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Buton bakal mengkaji ulang penerapan mata pelajaran muatan lokal dalam kurikulum tingkat SD yang selama ini dinilai hanya condong kepada teori. Sementara tujuan utamanya adalah bagaimana menerapkan etika Kebutonan di lingkungan sekitar sebagaimana adat istiadat yang ditanamkan para leluhur.
"Anak-anak kita ini sekarang kalau berbicara dengan orang tua, saudara atau pimpinan kadang sudah tidak lagi memakai etika. Kenapa, karena mungkin selama ini muatan lokal hanya fokus pada teori saja, tidak disertai dengan penerapan etika," kata Kepala Disdik Kabupaten Buton, Harmin, di eks Kantor Disdik Kabupaten Buton, Pasarwajo, Kamis (29/11).
Dari pertimbangan tersebut, pelajaran muatan lokal sekarang akan disisipkan dengan nilai-nilai moral atau adat istiadat. Harapannya agar generasi penerus bangsa kelak lebih menjadi santun dan menghargai orang di atas usianya.
Muatan lokal yang disisipkan dengan nilai moral dan etika, tentu dapat memperkuat identitas bangsa di kalangan siswa sekolah. Apalagi dibarengi dengan pelestarian adat istiadat warisan neneng moyang.
"Kalau nilai-nilai moral sudah tertanam pada diri anak-anak, maka ke depan saat berbicara dengan saudara, orang tua maupun pimpinan mereka bisa menempatkan bahasa yang santun," ujar Harmin.
Pengkajian ulang mata pelajaran muatan lokal ini sudah ditindak lanjuti dengan Keputusan Bupati Buton No 521 Tahun 2018. Atas itu, Disdik langsung mensosialisasikannya di Kantor Disdik lama, kemarin.
Sosialisasi ini dihadiri Asisten III Setkab Buton, Muhidin Mahmud, Kepala Disdik Kabupaten Buton, Harmin, Kabid Paud Pendidikan Formal dan Nonformal, Nanang Lakaungge, serta seluruh kepala sekolah tingkat SD se Kabupaten Buton. (man)