Ibu Ini Andalkan Jualan Sapu Lidi Untuk Bertahan Hidup

PUBLIKSATU, TULUNGAGUNG - Tumi, warga Dusun Panggungpucang, Desa/Kecamatan Pucanglaban, harus susah payah untuk bertahan hidup.
Lahir dengan kondisi fisik kurang normal tak membuat pasrah dan menunggu iba orang lain. Dia tinggal sendirian di rumah reot dan hanya mengandalkan tenaga surya untuk penerangan setiap hari. "Rumah Tumi belum layak, untuk penerangan terkadang gelap sebab panel tenaga surya tidak cukup untuk suplai energi, " terang Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Jawa Timur, Arif Witanto, Jumat (30/11).
Untuk menuju rumah Tumi ini, akses jalan masih berupa tanah. Jika hujan tentu akan becek dan licin.
Langkah Tumi menyambung hidup, hanya bisa menjual sapu lidi. Harga sapu lidi satu ikat Rp 2.500. "Kini sapu lidi menumpuk, sebab belum diambil pengepul," pungkasnya.
(rt/did/jpr/did/JPR)