DAK Dinas Pendidikan Busel Rp 24 Miliar

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan di Kabupaten Buton Selatan terus digenjot. Bagaimana tidak tahun 2019 mendatang Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pendidikan sebanyak Rp 24 Miliar lebih.
Menurut Kadis Pendidikan Drs La Makiki MPd, DAK untuk pendidikan di Busel sebanyak Rp 24 Miliar yang tersebar hampir merata di sekolah SD dan SMP di Busel.
Kata dia, DAK dari pemerintah pusat ini terdiri DAK fisik dan non fisik. Untuk DAK fisik tingkat SD sekitar 22 sekolah. Sedangkan untuk non fisik sebanyak 12 sekolah.
"Sedangkan untuk tingkat SMP ada fisik atau infrastruktur rehabilitasi dan pembangunan baru hampir merata seluruh sekolah. Begitupun SD ada rehabilitasi gedung ada pembangunan gedung baru," katanya.
Ia mengaku, DAK untuk pendidikan di Kabupaten Buton Selatan mengalami peningkatan sekitar 200 persen dari tahun sebelumnya. Untuk tahun sebelumnya ia memperkirakan sekitar Rp 9 miliaran. Sedangkan tahun 2019 mendatang sebanyak Rp 24 Miliar.
Ia menjelaskan, Dinas Pendidikan akan berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan. Karena itu tiap tahun pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk peningkatan kualitas infrastruktur tiap sekolah. Ada gedung sekolah yang sudah reok karena usia. Sehingga perlu direhabilitasi dan dibangun gedung baru. Ini yang menjadi perhatian prioritas pembangunan infrastruktur gedung dan fasilitas lain di dunia pendidikan. Selain itu juga meningkatkan kualitas guru sehingga out putnya siswa semakin berkualitas setelah tamat belajar.
Sebagai daerah baru pihaknya terus berupaya semaksimal secara bertahap melakukan peningkatan pembangunan infrastruktur dasar pembangunan. Sehingga citivitas pendidikan di Busel lebih semangat dan giat belajar serta memajukan pendidikan.
Ia menambahkan perwajahan dunia pendidikan akan terus digenjot begitu pun peningkatan kualitas sumber daya guru. "Kita terus meningkat upaya kualitas guru-guru, kita terus lakukan pelatihan-pelatihan, karena guru itu yang mentransfer ilmu kepada siswa," ujarnya.
Ia berharap dengan meningkatkan kualitas infrastruktur gedung sekolah dan fasilitas dasar di sekolah semakin memacu para guru dan siswa untuk meningkatkan belajar dan sumber daya manusia.
Lanjut dia, wajah pembangunan suatu daerah salah satunya tolak ukurnya kualitas pembangunan infrastruktur pendidikan dan SDMnya yang dimulai dari proses pendidikan di sekolah.(aga)