Berita Terkini
Nasional

Diduga Ulah ODGJ, Mess Sekolah Dasar Ini Ludes Terbakar

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 1 Desember 2018 16:22 WIB · 2 menit baca
Diduga Ulah ODGJ, Mess Sekolah Dasar Ini Ludes Terbakar
Kondisi bangunan mess Kepala SDN 3 Depehe, Kecamatan Kubutambahan yang terbakar

PUBLIKSATU, BULELENG - Rumah dinas Kepala SDN 3 Depeha, Desa Depeha, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali terbakar pada Kamis (29/11) malam sekitar pukul 22.00. Diduga mess berukuran 8x7 meter yang tak berpenghuni itu terbakar akibat ulah seorang nenek yang mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ).

Informasi dari kepolisian menyebutkan, api pertama kali muncul dari bagian atap bangunan. Dalam waktu sekejap, api langsung membesar dan melahap bagian atap bangunan. Melihat kejadian itu, warga sekitar pun berusaha memadamkan kobaran api tersebut dengan alat seadanya.

Tak berselang lama mobil dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng mendatangi lokasi kebakaran. Dengan peralatan yang lebih lengkap, dan perjuangan hingga satu jam, petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil memadamkan kobaran api.

Menurut informasi, dugaan sementara kebakaran rumah dinas itu disebabkan akibat ulah orang dengan gangguan kejiwaan. Karena sebelum mess terbakar, warga sempat melihat seseorang yang mengalami gangguan kejiwaan keluar masuk ke dalam rumah tersebut.

Bahkan, sejumlah warga lainnya sebelumnya sempat memergoki ODGJ tersebut membakar sampah di dalam rumah. Saat membakar sampah itulah, diduga menjadi awal mula mess tersebut terbakar, hingga meludeskan seluruh isi barang yang kini difungsikan sebagai gudang.

Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada membenarkan kejadian kebakaran itu. Menurut Mustiada, saat ini pihaknya masih melakukan proses lidik atas terbakarnya mess tak berpenghuni itu. Beruntung dalam kejadian kebakaran tersebut, tidak ada korban jiwa. Sedangkan nenek yang mengalami gangguan kejiwaan itu kabur saat terjadi kebakaran.

“Tidak ada korban jiwa. Namun kerugian ditaksir Rp30 juta. Kami masih melakukan penyelidikan. Karena dari keterangan warga, disebutkan dugaan api itu berasal dari ulah seorang nenek yang mengalami gangguan kejiwaan, ketika dia membakar sampah,” ucap Mustiada kemarin (30/11).

Hingga kemarin, pihaknya juga tengah menggali keterangan dari sejumlah saksi. Diantaranya Gede Massarto, 42 dan Made Sukarta, 42, dua warga Desa Tunjung. Hal ini dilakukan untuk memperkuat dugaan atas keterlibatan nenek yang mengalami gangguan kejiwaan atas terbakarnya mess tersebut.

Sementara itu, Kepala SDN 3 Depehe Wayan Sridana menjelaskan, mess itu memang tidak ditempati. Sehingga kondisinya dalam keadaan kosong. Hanya saja mess digunakan sebagai gudang untuk menyimpan barang yang sudah rusak.

“Memang untuk sementara digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang sekolah yang rusak. Jadi kondisinya memang kosong,” kata Sridana singkat.

(bx/dik/yes/JPR)