Berita Terkini
Nasional

Molor, Kontraktor Proyek Pasar di Jombang Dikenakan Denda

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 1 Desember 2018 16:58 WIB · 2 menit baca
Molor, Kontraktor Proyek Pasar di Jombang Dikenakan Denda
Kondisi pasar Peterongan yang masih dalam proses pembangunan

PUBLIKSATU, JOMBANG – Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Jombang, Masduqi Zakaria mengakui soal molornya proyek Pasar Peterongan senilai Rp 1,1 miliar. Pekerjaan seharusnya selesai 11 Oktober lalu. Namun hingga 51 hari sejak batas waktu, pekerjaan belum selesai juga.

Menurut Masduqi, pihak rekanan dikenai denda berjalan atas keterlambatannya. “Sudah telat, sekarang masih ada pekerjaan dan jalan terus sampai selesai. Tapi dikenakan denda berjalan,” kata Masduqi kemarin (30/11).

Dari perhitungan jika proyek baru selesai 15 Desember 2018, maka proyek rehabilitasi Pasar Peterongan telat 66 hari. Jika denda per hari sebesar satu per seribu biaya proyek, maka total denda selama 66 hari mencapai Rp 72 juta lebih.

Masduqi menyebut pihak rekanan masih sanggup menyelesaikan proyek itu. “Ártinya sampai batas akhir pencairan, terakhir pencairan itu kan 15 Desember. Kalau nanti tetap tidak selesai ya putus kontrak, walaupun barangnya sudah datang tetap tidak bisa dibayar,” imbuh dia.

Masduqi beralasan tak selesainya proyek yang dimulai 15 Mei itu lantaran terkenda material proyek. Yakni pada bagian atap. Meski sudah dipesan, sampai sekaran barang tersebut belum dikirim.

“Kemarin hanya tinggal tutupnya saja yang atas (atap). Kemarin katanya sudah dibayar tinggal dikirim saja, ternyata dari Surabaya sampai sekrang tidak dikirim-kirim,” sambung Masduqi.

Barang tersebut lanjut Masduqi didatangkan dari Surabaya. “Mengambil di sana karena bahannya itu panjang sekitar 13 meter dan itu terusan langsung, nggak ada sambungan. Saya tidak mau kalau itu (atap) sambungan. Makanya pesen itu harus ke Surabaya ke pabriknya langsung,” ungkap Masduqi.

Lebih lanjut dikatakan pada pekerjaan tahun ini hanya pembangunan kios. Sayang, dia tak sebegitu hafal ada berapa kios yang dibangun. Untuk pemasangan paving di area pasar itu dipastikan tahun ini tidak ada.

“Tahun ini hanya kios itu saja, memindah pedagang yang sekarang menempati di atas (rosokan). Nanti dipindah ke sana. Kalau untuk paving kanan dan kiri tahun ini tidak ada,” beber Masduqi.

Direncanakan lanjut dia pekerjaan masih akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Sebab menurut dia untuk keperluan Pasar Peterongan belum selesai seluruhnya tahun ini. “Rencananya tahun depan itu ada pekerjaan lagi, masih banyak yang kurang,” ungkap dia.

Informasi terakhir yang dia terima, untuk atap tersebut akan dikirim minggu ini. “Katanya tadi kalau nggak hari ini (kemarin) ya besok (hari ini) sudah dikirim,” pungkas Masduqi. (*)

(jo/fid/mar/JPR)