Pemkab Buton Kembali Kembangkan Alat Panen Air Hujan

PUBLIKSATU, BUTON - Setelah tuntas terpasang di 20 titik wilayah Kecamatan Wabula dan Pasarwajo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton siap mengembangkan keberlanjutan pemasangan alat panen air hujan di sejumlah tempat langganan kekeringan pada tahun-tahun akan datang.
Kegiatan mitigasi struktur partisipatif yang dikelola Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton ini merupakan percontohan bagaimana menanggulangi kekeringan di musim kemarau dengan memanfaatkan air hujan. Sumber dananya berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sekarang tinggal bagaimana Pemkab Buton mengembangkannya ke depan.
Menurut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buton, Rizal Djalil, keberlanjutan pemasangan alat panen air hujan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan kekeringan sudah disetujui oleh pemerintah daerah melalui Bappeda bersama Forkopimda. Namun, berapa jumlahnya dan akan dipasang di mana saja, tergantung dari kondisi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun-tahun mendatang.
Kesepakatan tindak lanjut kegiatan mitigasi struktur partisipatif panen air hujan tersebut ditandai melalui kegiatan Workshop yang digelar di Kantor BPBD Buton, pekan lalu. Pemkab Buton yang diwakili Bappeda, DPRD Buton, bersama Forkopimda semua sepakat bahwa alat penangkal kekeringan itu harus lebih dikembangkan lagi ke depannya.
"Semua sepakat, keberlanjutan mitigasi struktur partisipatif didukung oleh pemerintah daerah dan Forkopimda," kata Rizal Djalil, di salah satu tempat, Pasarwajo, Jumat (30/11).
Hanya saja, lanjut dia, implementasinya nanti akan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah. Masyarakat diminta bersabar terutama yang berada di wilayah langganan kekeringan. (man)