Proyek Galian Tanah PLN Ganggu Pengguna Jalan Kota Singaraja

PUBLIKSATU, SINGARAJA - Sejumlah ruas jalan protokol di seputaran Kota Singaraja sejak beberapa bulan terkahir nampak semrawut. Kenyamanan pengguna jalan sedikit terganggu oleh proyek penggalian kabel bawah tanah yang diinisiasi oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN).
Pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) Jumat (30/11) terlihat tumpukan tanah galian masih menggunung di sepanjang ruas Jalan Pramuka. Proyek galian kabel PLN juga dilakukan di ruas Jalan Dewi Sartika, Jalan Ahmad Yani, Jalan Gajah Mada dan Jalan Udayana.
Tak pelak, galian itu membuat pejalan kaki yang memanfaatkan trotoar terganggu. Selain itu pengendara sepedas motor maupun mobil meski mengurangi laju kendaraannya saat melintas di ruas jalan ini. Terlebih saat hujan, jalanan menjadi licin oleh luberan tanah yang digali. Bahkan, ketika kering tak jarang pula menyebabkan debu berhamburan saat dilintasi kendaraan.
Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Bali Utara, I Gusti Made Aditya Adinata menjawab Bali Express mengatakan, proyek galian kabel bawah tanah dilakukan sepanjang 34 kilometer. PLN sengaja menanam kabel 20 Kilo Volt (KV) ini dilakukan demi keamanan dan estetika.
Hanya saja, pihaknya tak menampik kalau proyek ini menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat khusunya pengguna jalan. Adinata menyebut, proyek penanaman kabel ini merupakan terbosan PLN dan yang pertama dilakukan di Singaraja.
“Kami lebih memilih menanam kabel di tanah dibandingkan dibentangkan di tiang agar tidak mengganggu estetika. Tetapi secara progres kami memohon maaf. Karena menyebabkan debu, ada mobil terperosok saat hujan. Tetapi mau tidak mau ini harus dilakukan untuk menambah pasokan listrik,” ujar Aditya, saat dikonfirmasi Jumat (30/11) siang.
Ia menambahkan, sejatinya proyek ini diajukan pada semester I tahun 2018. Hanya saja ada sedikit kendala teknis dari sisi perizinan, sehingga menyebabkan keterlambatan dan dilaksanakan pada akhir tahun.
“Secara umum progres sudah 65 persen. Kami berharap selesai Desember. Kami juga minta agar rekanan menambah volume pekerjaan dan shif pekerjanya. Kalau sebelumnya hanya dikerjakan malam, tetapi sekarang siang juga dilakukan. Nanti ada yang menggali, membersihkan lubang, menarik kabel dan mengembalikan urugannya,” bebernya.
Kendati demikian, PLN sebut Adinata menjamin sisi keamanan kabel yang ditanam di bawah tanah jika sudah dioperasikan. Terlebih kabel yang ditanam memiliki lapisan kulit yang sangat tebal. Kemudian di atasnya diisi lapisan komplit, diurug menggunakan tanah dan di atasnya dilapisi aspal.
“Jadi secara teknis harusnya cukup puas. Volumenya secara geografis itu 17 kilometer. Tetapi secara kabel harus dikali dua sehingga mencapai 34 kilometer, jadi lumayan panjang. Kami paham keluhan masyarakat, dan secepatnya akan kami selesaikan,”imbuhnya.
(bx/dik/yes/JPR)