Nasional

Sebut Pak Harto Simbol Korupsi, Sekjen PSI Bakal Dipolisikan

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 1 Desember 2018 16:48 WIB · 2 menit baca
Bagikan
Sebut Pak Harto Simbol Korupsi, Sekjen PSI Bakal Dipolisikan
Raja Juli Antoni

PUBLIKSATU, Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni menyebut Soeharto sebagai simbol korupsi di Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Berkarya, Badarudin Andi Picunang mengaku aneh menyeret-serat Soeharto dalam korupsi di era Orde Baru. Walaupun dideskriditkan Soeharto masih banyak diidolakan oleh masyarakat.

"Mau ngomong apa pun tentang Pak Harto, terbukti masih banyak yang mengidolakannya," ujar Badarudin saat dihubungi, Sabtu (1/12).

Kendati demikian, dengan menyebut Soeharto sebagai simbol korupsi bakal berbuntut panjang. Karena Partai Berkarya akan melaporkan Raja Juli Antoni ke pihak kepolisian. Sama seperti halnya dengan Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah yang menyebut Soeharto sebagai guru korupsi.

‎"Biar bertambah daftar yang akan dilaporkan," tegasnya.

‎Badaruddin mengaku jangan lagi ada pihak-pihak jangan menyudutkan Soeharto dengan mencap sebagai tokoh korupsi. Karena Soeharto juga memiliki jasa besar buat Indonesia ini.

"Jangan terlalu suka menyudutkan dan mencap Pak Harto dengan berbagai istilah yang tidak senonoh," ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni menyebut Presiden Indonesia ke-2 Soeharto sebagai simbol korupsi di Indonesia. Karena pada 1998 silam para mahasiswa turun melengserkan Soeharto dari jabatan kepala negara karena tiga hal, yakni korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

"Itu fakta politik coba tanya semua orang yang aksi 1998 kenapa turunkan Pak Harto, ada tiga alasnnya korupsi, kolusi, nepotisme (KKN)," ujar Raja Juli di DPP PSI, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Jumat (30/11).

Kalaupun nantinya Antoni dilaporkan kepolisian, dia menyatakan tidak takut. Karena dahulu saat dirinya menjadi mahasiswa ikut turun ke jalan meminta Soeharto lengser karena KKN itu. Bukan karena alasan lain.

"Mahasiswa 98 termasuk saya di UIN Ciputat dulu menurunkan Pak Harto karena tiga hal yg melekat di Pak Harto yakni KKN, dia menjadi simbol korupsi kolusi dan nepotisme. ‎Itu fakta politik baca saja koran zaman itu aksi mahasiswa. Termasuk Pak Amien Rais," katanya.

‎Walaupun Soeharto tidak terbukti melakukan korupsi. Namun menurut Antoni tinggal dibuka lagi saja kasus tersebut. Buktikan lagi Soeharto melakukan penyimpangan hukum atau tidak.

(gwn/JPC)

Bagikan