Akui Ada PSK di Terminal Bancaran Bangkalan, Satpol PP Belum Razia

PUBLIKSATU, BANGKALAN – Terminal Bancaran belum steril dari wanita tunasusila (WTS). Mereka kadang masih mangkal di terminal yang ada di Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan itu. Meski meresahkan, pekerja seks komersial (PSK) itu sudah lama tidak dirazia oleh satpol PP.
Seorang pedagang di Terminal Bancaran Siti Maryam menuturkan, keberadaan PSK di terminal itu masih ada. Namun, jumlahnya tidak banyak seperti dulu.
Perempuan 51 tahun itu menambahkan, PSK yang kerap mangkal di Bancaran merupakan pendatang dari luar daerah. Warga asal Desa Plakaran, Kecamatan Arosbaya, itu berharap satpol PP rutin melakukan razia. ”Kalau sekarang belum ada razia. Kalau dulu ada razia gabungan terus. Setidaknya sebulan sekali,” tuturnya Minggu (2/12).
Plt Kepala Satpol PP Bangkalan Bambang Setiawan mengaku tidak menerima laporan. Meski begitu, pihaknya tidak menampik keberadaan PSK di Terminal Bancaran. ”Memang ada. Tetapi, tidak terlalu mengkhawatirkan banget. Kayaknya ada. Tetapi sembunyi-sembunyi,” tuturnya.
Pria yang juga kepala dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) itu mengklaim satpol PP tetap melakukan pemantauan terhadap keberadaan penyakit masyarakat (pekat) itu. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) untuk melakukan penutupan kipo pedagang jika terbukti menyediakan PSK kepada lelaki hidung belang.
Tidak hanya keberadaan wanita penghibur, Bambang mengutarakan, di Terminal Bancaran masih terdpat pedagang yang menyediakan minuman keras (miras). Pihaknya berjanji akan melakukan razia. ”Razia itu untuk menekan keberadaannya itu,” tandasnya. (jup)
(mr/luq/bas/JPR)