Perdana Menteri Netanyahu Diduga Lakukan Suap ke Perusahaan Media

PUBLIKSATU, Polisi Israel menduga Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu melakukan penyuapan pada Bezeq, grup telekomunikasi terbesar di Israel dengan imbalan liputan yang lebih positif tentang dia dan istrinya. Dilansir dari Al Jazeera pada Senin (3/11), polisi Israel mengatakan, penyelidikan mereka telah menemukan bukti yang cukup untuk tuduhan penyuapan dan penipuan untuk diajukan terhadap Netanyahu dan istrinya tersebut.
Pihak berwenang pada hari Minggu menduga Netanyahu memberikan bantuan regulasi kepada Bezeq sebagai imbalan untuk liputan yang lebih positif tentang dirinya dan istrinya di situs berita anak perusahaan Bezeq, Walla.
Sementara itu, Netanyahu membantah melakukan kesalahan tersebut. "Rekomendasi ini ditentukan dan bocor bahkan sebelum penyelidikan dimulai," Netanyahu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
"Saya yakin bahwa dalam kasus ini pihak yang berwenang, setelah memeriksa masalah ini, akan mencapai kesimpulan yang sama bahwa tidak ada apa-apa karena tidak ada apa-apa," ujarnya.
Jaksa Agung sekarang akan memutuskan apakah akan membuat dakwaan dalam kasus ini. Jika mendapatkan dakwaan, Netanyahu akan menghadapi salah satu tantangan terbesar bagi kelangsungan karir politiknya.
Kasus Bezeq, yang dikenal sebagai Kasus 4000, adalah yang paling serius dari semua yang telah dituduhkan Netanyahu. Dua orang kepercayaan Netanyahu telah memberikan polisi bukti yang memberatkan.
Netanyahu memegang portofolio komunikasi pemerintah hingga tahun lalu dan mengawasi regulasi di lapangan. Mantan wartawan di situs berita Walla terbukti menerima tekanan untuk menahan diri dari membuat berita negatif soal Netanyahu.
(ina/JPC)