Berita Terkini
Busel

Seleksi Pejabat Busel Berlangsung Sengit

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Senin, 3 Desember 2018 14:37 WIB · 3 menit baca
Seleksi Pejabat Busel Berlangsung Sengit
Ilustrasi

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN — Seleksi lelang delapan jabatan pimpinan tinggi pratama (Pejabat eselon II) Pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) berlangsung sengit. Akhir tahun 2018 ditargetkan akan diumumkan masing-masing tiga nama.

Rencananya setelah mendapatkan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) kemudian disetor ke Bupati Busel H La Ode Arusani. Targetnya penentuan delapan pimpinan instansi itu akan ditentukan sebelum masuk tahun 2019.

Saat delapana jabatan yang dilelang itu masih diduduki pejabat sementara. Delapan organisasi perangkat daerah (OPD) itu, yakni Badang Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Dinas Kesahatan (Dinkes), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Sekretaris DPRD (Sekwan), Dinas Pariwisita, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Kesbang, dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Naketrans).

Asisten III Setkab Busel, La Asari mengatakan, penentuan delapan pejabat eselon II itu sesuai hasil seleksi terbuka. Penentuannya siapa yang beruntung itu kewenangan Plt Bupati. Pansel hanya menilai merekomendasikan tiga nama yang layak.

Asari mengungkapkan, yang mengikuti seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama saat ini ada sebagian sudah pernah mengikuti seleksi jabatan sebelumnya untuk jabatan eselon II lingkup Pemkab Busel. Ia memastikan seleksi terbuka pejabat eselon II saat ini dipastikan akan bersaing secara ketat dan cukup kompetitif.

Hanya saja semua kembali ke Plt Bupati Busel karena yang memiliki kewenangan menentukan adalah bupati. Pansel hanya merekomendasikan sebagai penyelenggara sesuai ketentuan selanjutnya diserahkan ke KASN untuk mendapat rekomendasi dari tiga nama.

Selanjutnya bupati memilih satu nama dari calon JPTP yang terbaik sesuai ketentuan perundang-undangan. “Jadi dari 50 orang yang sudah mengembalikan dokumen itu belum tentu bisa memenuhi syarat. Karena akan diseleksi Pansel sesuai ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Sekretaris Pansel seleksi terbuka JPTP Busel ini.

Pansel mensortir satu persatu calon pejabat eselon II sesuai prinsip berintegritas, profesional, sesuai kompetensi dan mumpuni.

Sementara itu Sekda Busel La Siambo mengatakan, seleksi calon kepala OPD lingkup Pemkab Busel akan digelar secara selektif mungkin. Sehingga dapat menghasilkan kepala OPD yang profesional sesuai kompensi ilmu dan jabatan yang dilamarnya.

Ia menjelaskan tahapan seleksi sudah masuk tahapan penilaian Pansel. Tahapan asesment kerja sama dengan Polri sudah tuntas.

"Kita akan lebih selektif dan objektif mungkin menilai, selanjutnya kita serehkan tiga nama yang layak untuk dipilih satu nama oleh Bupati sesuai kewenangannya," kata Ketua Pansel ini.

Dikatakan, sebenarnya yang mendaftar itu sebanyak lebih dari 50 orang namun yang mengikuti asesmen kerja sama Polri hanya 48 orang.

"Jadi yang dipilih nanti bukan karena urutannya, yang jelas tiga nama itu semua memenuhi syarat. Tapi yang dipilih hanya satu nama sesuai keinginan Bupati. Karena ini hak prerogatif Bupati yang menentukan kabinet yang membantu dalam mewujudkan visi dan misinya," ujarnya.

Mantan Kepala BPMD Busel ini menjelaskan nilai calon PJPT sesuai tahapan akan dilakukan penilaian perpoin. Calon peserta akan lolos direkomendasikan sesuai poin yang dikumpulkan saat seleksi.

Ia berharap seleksi jabatan eselon II ini berjalan sesuai ketentuan perundang-undangan. Dengan demikian dapat menghasilkan pejabat eselon II yang maksimal pula. Pejabat eselon II sesuai dengan kompetensi ilmu jabatanya. Sehingga dapat menjabarkan visi dan misi program akselerasi percepatan Pembangunan Busel Beradat. (aga)