Momen Liburan, FKIP Undar Dilahap Si Jago Merah

PUBLIKSATU, Kebakaran melanda salah satu gedung di kampus Universitas Darul Ulum (Undar), Jombang, Jawa Timur, tadi malam. Akibatnya, puluhan ruangan ludes dilalap api.
Dari data yang dihimpun Jawa Pos Radar Jombang di lokasi, api kali pertama diketahui muncul sekitar pukul 18.30. Awalnya dari gedung advance lecturing yang letaknya di bagian tengah.
"Saya tadi waktu di sekretariat jurusan tiba-tiba saja melihat api," terang Fahman Firdaus (24), seorang saksi mata, sambil menunjuk ke arah gedung di bagian tengah, lantai 2 sebelah barat, itu.
Api yang terus membesar kemudian merembet ke beberapa ruangan yang lain dan mengarah terus ke timur. Akibatnya, puluhan ruang kelas beserta kantor di gedung tersebut hangus dilalap api. "Ya, waktu lihat api itu teman-teman langsung berusaha menghubungi pemadam kebakaran tadi," lanjutnya.
Beruntung, saat kejadian, gedung tempat fakultas ilmu keguruan dan pendidikan (FKIP) sedang kosong. Karena itu, tak sampai ada korban luka atau jiwa. "Lagian ini juga pas sedang liburan kampus," sambungnya.
Petugas pemadam kebakaran yang datang langsung berusaha memadamkan api. Sejumlah material bangunan yang terbuat dari kayu membuat api berkobar semakin besar dan luas.
Ruangan-ruangan di lantai 2 gedung advance lecturing itu di antaranya digunakan untuk kantor dan ruang kelas FKIP.
Sementara lantai 3, antara lain, juga digunakan untuk ruang kelas FKIP. Api mulai bisa dijinakkan sekitar pukul 20.30 WIB. Selanjutnya petugas melakukan pembasahan untuk memastikan api tak lagi muncul.
"Ini tadi selain delapan armada dari tim BPBD (badan penanggulangan bencana daerah), kepolisian juga menerjunkan mobil water cannon," ucap Kabagops Polres Jombang Kompol Kusen Hidayat di lokasi kejadian.
Hingga tadi malam (3/12), polisi belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Juga, jumlah kerugian yang dialami.
"Belum, semua masih kami kumpulkan dan periksa, baik bukti maupun saksi, jadi mohon bersabar dulu. Yang jelas, kami pasti akan menurunkan tim untuk menyelidiki ini," lanjut Kusen.
(riz/nk/c10/ttg)