Empat Puskesmas Busel Persiapan Akreditasi 2019

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Empat puskemas di Kabupaten Buton Selatan (Busel) belum diakreditasi. Rencananya tahun 2019 mendatang akan diusulkan untuk diakreditasi. Pasalnya, tahun 2018 ini ada tiga yang sementara proses penilaian akreditasi yakni Puskesmas Siompu Barat, Siompu dan Kadatua.
Empat puskesmas yang akan diusulkan akan diakreditasi lagi tahun depan, yakni Puskemas Gerak Makmur, Lapandewa, Bahari dan Batuatas. Sedangkan tahun 2017 lalu yang sudah terakreditasi dengan predikat madya yakni Puskemas Batauga, sementara Puskesmas Sampolawa akreditasi kategori dasar.
Plt Kadis Kesehatan Busel, La Ode Budiman mengatakan, empat puskesmas yang akan diusulkan tahun 2019 diakreditasi sementara kriteria penilaian akan dimaksimalkan persiapannya. Baik dari sisi persiapan bangunan, SDM maupun sarana dan prasarana peralata medis pedukung lainya.
Ia juga sudah mewanti-wanti agar seluruh jajaran puskemas terus melakukan pembenahan secara maksimal. Baik dari sisi manajemen pelayanan maupun admintrasi serta sarana pendukung lainnya.
Proses penilaian akreditasi puskemas ini ada tiga tahapan, pertama penilaian dokumen administrasi, upaya pelayanan perorangan, upaya pelayanan masyarakat (UKP dan UKM).
Budiman menargetkan, untuk tiga puskesmas ini mendapatkan akreditasi madya tahun ini. Sedangkan tahun depan juga akan ditargetkan mendapat akreditasi yang sama.
Dikatakan, tujuan utama akreditasi Puskesmas untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen resiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.
Mantan Kabag Pembangunan Busel ini menjelaskan, pembangunan kesehatan merupakan aspek penting dalam kerangka pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan kesehatan akan sangat mendukung peningkatan mutu dan daya saing sumberdaya manusia.
Untuk mencapai tujuan pembagunan kesehatan nasional, diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan dalam menyelenggarakan upaya kesehatan dasar. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 menjadi landasan hukum dalam penyelenggaraan Puskesmas, yang merupakan unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten /Kota sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya.
Agar Puskesmas dapat menjalankan fungsinya secara optimal diperlukan adanya pengelolaan organisasi puskesmas secara baik yang meliputi kinerja pelayanan, proses pelayanan, serta sumber daya yang digunakan. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka upaya peningkatan mutu, manajemen risiko dan keselamatan pasien di puskesmas serta menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu.
Lebih jauh dijelaskan, untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskemas, diperlukan adanya penilaian oleh fihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan, yaitu melalui mekanisme akreditasi. Tujuan utama akreditasi puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu, sistem penyelenggaraan pelayanan serta program dan penerapan manajemen risiko. Tentu saja akreditasi ini bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.
“Dari sisi pelayanan baik UKM dan UKP semua puskemas yang akan mendapatkan predikat akreditasi sudah melalui tahapan itu. Semua puskemas sudah siap. Baik sarana penunjang lainya juga sudah siap,” ujarnya.
Ini juga menjadi salah satu penilaian. Dari sisi sumber daya tenaga medisnya juga sudah memadai. Budiman mengakui dari tenaga medis dari PNS belum banyak. Tapi tenaga medis ini sudah ada dibantu tenaga nusantara sehat, tenaga magang. “Saya berharap sejak dini beberapa puskemas yang akan diusukan akreditasi dipersiapkan sejak jauh hari, seluruh manajemen, administrasi serta kelengkapan kriteria penilaian sudah disiapkan sejak dini,” tukasnya.
Ia berharap maksimal tahun 2019 mendatang seluruh puskemas di Busel sudah mendapatkan predikat akreditasi. Dengan demikian juga akan memacu standar pelayanan yang maksimal kepada masyarakat . Dengan demikian pembangunan pemeritah disektor pelayanan kesehatan dapat diwujudkan secara prima. (aga)