Berita Terkini
Lifestyle

Samsung Ketahuan Bohong Soal Hasil Jepretan Smartphone-nya

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 5 Desember 2018 17:26 WIB · 3 menit baca
Samsung Ketahuan Bohong Soal Hasil Jepretan Smartphone-nya
Samsung ketahuan bohong di situs resminya. Foto yang dipajang di iklan Samsung Galaxy A8 Star ternyata hasil jepretan kamera DSLR

PUBPLIKSATU.COM - Memamerkan hasil jepretan kamera smartphone untuk memikat pelanggan memang lazim dilakukan. Beberapa merek smartphone sering melakukan itu bahkan saling membandingkan hasil jepretan satu smartphone dengan smartphone lainnya milik kompetitor. Namun apa jadinya bila gambar yang dipamerkan nyatanya bukan gambar murni jepretan smartphone, padahal digunakan untuk iklan smartphone?

Sebagaimana JawaPos.com kutip dari laman GSMArena, Rabu (5/12), Samsung kedapatan melakukan hal tersebut. Ya, raksasa teknologi asal Korea Selatan (Korsel) itu dituding bohong soal hasil jepretan kamera perangkat Smartphone A8 Star miliknya yang terpampang di situs resmi Samsung di Hongkong.

Alih-alih pamer hasil jepretan gambar yang wah, Samsung malah ketahuan menggunakan foto yang rupanya dijepret bukan menggunakan perangkat smartphone-nya. Melainkan foto tersebut hasil jepretan kamera DSLR.

Hal itu terungkap pertama kali dari seorang fotografer profesional yang juga pemilik foto tersebut, Dunja Djudjic. Djudjic pertama kali mengetahui hasil karyanya digunakan Samsung untuk iklan smartphone ketika diberitahu oleh perusahaan EyeEm bahwa foto hasil karyanya telah terjual. EyeEm sendiri merupakan perusahaan teknologi dengan komunitas fotografi global dan pasar yang bermitra dengan Getty Image untuk jual beli karya fotografi.

-

Hasil foto jepretan asli menggunakan kamera DSLR oleh Dunja Djudjic

Merasa penasaran dengan hasil karyanya yang telah laku, Djudjic yang juga aktif di laman Diyphotography.net itu kemudian melakukan penelusuran atas fotonya di mesin pencari. Berharap fotonya akan masuk dalam blog atau situs tentang alam, riasan, kegiatan luar ruang atau musim gugur yang sesuai dengan aliran fotonya, dirinya malah kaget dengan temuan yang kebanyakan memuat fotonya berkaitan dengan Galaxy A8 Star.

“Reaksi pertama saya adalah tertawa terbahak-bahak. Lihat saja pekerjaan Photoshop yang mereka lakukan di wajah dan rambu hasil fotoku. Saya selalu menyukai warna rambut alami saya (meskipun itu berubah menjadi abu-abu hitam dan putih), tetapi saya kira pencipta gambar ini lebih suka warna kemerahan. Kecuali di mata, mereka mengeluarkan semua pembuluh darahnya,” tulisnya sebagaimana JawaPos.com kutip dari Diyphotography.net.

Kendati dia kaget bahwa fotonya digunakan Samsung untuk iklan produk, Djudjic berpikiran positif bahwa Samsung tidak mencuri karyanya. Hal tersebut berangkat dari kesesuain kabar setelah fotonya dinyatakan laku oleh EyeEm dan foto muncul di internet beberapa waktu setelahnya.

Artinya, Samsung mungkin membeli foto tersebut meskipun hingga kini Djudjic belum mendapat kepastian soal siapa yang membeli fotonya lantaran EyeEm belum memiliki daftar siapa pembeli karya miliknya. Dirinya juga telah berusaha menghubungi pihak Samsung namun belum mendapat jawaban.

Terkait dengan foto yang dijepret Djudjic menggunakan kamera DSLR yang kemudian dipakai Samsung untuk iklan hasil jepretan smartphone Galaxy A8 Star, Djudjic tampaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut. Namun, yang menjadi persoalan dia adalah Samsung seharusnya tidak melakukan hal itu meskipun menurutnya banyak merek selain Samsung yang melakukan hal yang sama.

“Saya yakin, Samsung setidaknya membeli foto saya secara hukum (sah) meskipun saya belum menerima konfirmasi. Tetapi bagaimana pun, ini adalah iklan palsu,” jelasnya.

Samsung yang kedapatan ‘bohong’ soal hasil kemampuan kamera perangkat smartphone-nya itu agaknya bukan yang pertama. Beberapa waktu ke belakang, banyak vendor lainnya yang juga kedapatan blunder soal kemampuan kamera smartphone dan hasil jepretan setelahnya.

Sebut saja yang senasib dengan Samsung adalah Huawei lewat perangkat Nova 3i-nya. Hampir sama, Huawei Nova 3i juga kedapatan menggunakan kamera DSLR yang kemudian diklaim sebagai hasil jepretan perangkatnya untuk kebutuhan iklan.

(ryn/JPC)