Berita Terkini
Busel

Eksplorasi Potensi Wisata, Dispar Busel Harapkan Peran Aktif Masyarakat

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Jumat, 7 Desember 2018 15:13 WIB · 2 menit baca
Eksplorasi Potensi Wisata, Dispar Busel Harapkan Peran Aktif Masyarakat
Salah satu destinasi pariwisata yang bakal digenjot Dinas Pariwisata Busel adalah liwutongkidi atau yang dikenal dengan nama pulau ular

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Buton

Selatan (Busel) mengharapkan peran aktif masyarakat untuk mengeksplor

berbagai potensi pariwisata untuk menarik perhatian wisatawan.

Kabid Pengendalian Promosi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dispar Busel,

Yulkhaidir Mili mengatakan, wisata Busel cukup potensial, namun belum

dimaksimalkan secara baik. Oleh karena itu, pihaknya memiliki agenda besar

untuk diwujudkan sehingga dapat membenahi satu persatu potensi wisata di

daerah sehingga dapat menyumbang PAD. Apalagi pemasukan negara paling besar

adalah sektor wisata.

"Potensi pariwisata kita paling banyak, ke depan ini yang akan terus digenjot

sehingga dapat menjadi pemasukan PAD," katanya.

Menurutnya, memaksimalkan dan mewujudkan impian itu, Dispar membutukan kerja

sama dan peran aktif masayrakat Busel untuk mengekspolor potensi pariwsata

yang ada. Pihaknya juga sementara membentuk kelompok sadar wisata (Pokdarwis)

di setiap desa. Tujuannya agar masyarakat di desa memiliki kesadaran tetang

pariwisata. Pasalnya wisata ini juga dapat menggerakan ekonomi kreatif di

desa.

Pelaku pariwisata di desa juga harus membangun dirinya secara swakarsa alias

menciptakan pengembangan berdasar potensi kreativitas yang mereka miliki,

karena masyarakatlah yang memiliki kuasa atas pengembangan desa dengan segala

sumber daya yang dimiliki.

Pokdarwis juga berperan sebagai penggerak untuk menciptakan iklim yang

kondusif bagi berkembangnya kepariwisataan di wilayah desa, serta mewujudkan

Sapta Pesona. Karena menurutnya, objek wisata akan terus berkembang jika

pengunjung merasa aman, tertib, bersih, sejuk, indah dan ramah, maka

suasana-suasana seperti itu hanya bisa diciptakan masyarakat setempat. (aga)