Berita Terkini
Sultra

Agista Ariyani Minta Bahasa Daerah Masuk Mulok di Sekolah

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 8 Desember 2018 15:56 WIB · 1 menit baca
Agista Ariyani Minta Bahasa Daerah Masuk Mulok di Sekolah
Para siswa siswa SMA/SMK se-Sultra penerima beasiswa berpose bersama Hj. Agista Ariyani Ali Mazi

PUBLIKSATU, KENDARI - Pada momen pembagian beasiswa untuk siswa SMA/SMK, beberapa waktu lalu, Hj. Agista Ariyani Ali Mazi meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sultra agar kembali masukan Bahasa Daerah pada mata pelajaran muatan lokal (Mulok), untuk semua jenjang sekolah di Sultra.

"Kedepannya Bahasa Daerah harus diagendakan masuk dalam mata pelajaran di setiap sekolah yakni dalam muatan lokal (Mulok). Karena Bahasa Daerah merupakan identitas suatu daerah. Dengan mengetahui Bahasa Daerah, maka kita secara tidak langsung sudah mempertahankan keberadaan daerah dimana kita lahir dan tinggal," kata Agista Ariyani.

Mengapa Bahasa Daerah dimasukan kembali menjadi mata pelajaran Mulok? Menurut Agista Ariyani, tujuannya adalah agar generasi muda, khususnya anak sekolah, tidak melupakan Bahasa Daerah dan tidak melupakan tempat lahir hingga ia besar.

"Sehingga dengan adanya Bahasa Daerah masuk dalam pelajaran, generasi muda dan khususnya anak sekolah tidak melupakan jati dirinya yang lahir dari suatu daerah. Serta agar Bahasa Daerah ini tidak hilang dimakan oleh modernisasi saat ini dan dimasa yang akan datang," pungkasnya. (m4)