Berita Terkini
Sultra

Laga Silat di Porprov Sultra Ricuh, Ini Penyebabnya

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Sabtu, 8 Desember 2018 18:11 WIB · 2 menit baca
Laga Silat di Porprov Sultra Ricuh, Ini Penyebabnya
Ilustrasi

PUBLIKSATU, Pertandingan cabang olahraga (cabor) pencak silat pada Porprov Sultra XIII di Kolaka tak tuntas alias ricuh. Wasit dan juri melakukan aksi boikot tidak mau menjalankan tugas setelah tersinggung dengan ulah pelatih pesilat saat laga berlangsung di Sport Center Antam Pomalaa.

Ketua Koordinator Panitia Lokal Porprov Sultra XIII Cabor Pencak Silat, Hastu membenar aksi boikot juri dan wasit pencak silat tersebut. Menurut Hastu, aksi tersebut dilakukan oleh juri wasit karena merasa tersinggung dengan ulah pelatih silat.

“Benar ada boikot dan kejadiannya tadi malam (Jum’at (7/12 malam, red). Berdasarkan informasi, kejadian itu bermula saat pertandingan antara pesilat Muna VS Kendari,” kata Hastu, Sabtu (8/12/2018).

Saat pertandingan tersebut, lanjut Hastu, pesilat Kendari dijatuhkan oleh lawannya dan sang lawan mendapatkan poin dari juri. Namun, pelatih Kendari tidak terima dengan pemberian poin karena menganggap proses penjatuhan yang dilakukan oleh lawan tidak sah.

Tapi setelah lima juri wasit ini berunding, mereka tetap menyatakan bahwa proses penjatuhan itu sah dan pesilat Muna berhak mendapatkan poin. “Terjadi saling protes dan tiba-tiba ada yang banting meja sambil teriak-teriak sehingga wasit melakukan aksi boikot,” bebernya.

Hastu menambahkan, wasit juri yang merupakan pengurus provinsi itu bahkan mengambil matrasnya yang digunakan di pencak silat Porprov Sultra XIII di Kolaka.

“Jadi matrasnya sekarang tinggal satu karena satunya sudah diambil oleh panitia. Saat ini kami dalam perjalanan menuju ke Sekretariat KONI Kolaka untuk berdiskusi dengan Pengurus IPSI Provinsi terkait solusi dari permasalahan ini,” kata Hastu. (fad)