Berita Terkini
Sultra

Media Center Porprov Sultra Tangkal Kesimpangsiuran Hasil Pertandingan

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Sabtu, 8 Desember 2018 15:54 WIB · 2 menit baca
Media Center Porprov Sultra Tangkal Kesimpangsiuran Hasil Pertandingan
Hasil pertandingan dan perolehan sementara medali yang diinput pada server khusus dan ditayangkan pada monitor media center Porprov Sultra, di Kolaka.

PUBLIKSATU, KOLAKA - Puluhan panitia yang ditugasi memantau dan menginput hasil pertandingan silih berganti melaporkan hasil pertandingan, utamanya perolehan sementara medali. Setiap hasil pertandingan dimasukkan lalu diinput pada server khusus sebelum ditayangkan pada sebuah monitor berukuran 42 inchi.

Tayangan pada monitor dapat menjadi informasi bagi para pihak yang membutuhkan data valid menyangkut jadwal, hasil pertandingan, urutan perolehan medali, hingga nama atlet dan asal daerahnya.

Selain menyajikan data perolehan medali serta hasil pertandingan secara visual, kontingen maupun awak media yang membutuhkan data dalam bentuk hard copy bisa langsung berhubungan dengan pengelola sekretariat.

Mengenai kredibilitas data, Koordinator Media Center Porprov Sultra, Iskandar menyatakan, semua informasi yang disajikan atau diberikan oleh pihaknya tidak perlu diragukan lagi kevalidannya.

"Semua by sistem, apa yang ada disini telah melalui proses, utamanya hasil pertandingan dan perolehan medali setiap Cabor. Semua terklarifikasi berdasarkan berita acara hasil pertandingan dari semua Cabor, " kata Iskandar saat ditemui di gedung media center Porprov, Jumat sore (7/12).

Diakui pria yang sehari-hari menjabat kepala bidang informasi dan komunikasi publik pada Dinas Kominfo Kolaka itu, pihaknya memang cukup ketat dan hati-hati dalam memberi keterangan terkait proses dan data hasil pertandingan.

Sikap itu diterapkan guna menghindari kesalahan sekecil apapun yang bisa berdampak pada ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan Porprov.

"Makanya kepada rekan-rekan media sejak awal kita tekankan agar penyampaian informasi kepada publik melalui pemberitaan sedapat mungkin bersumber dari satu pintu, yakni media center. Sebab data yang kami berikan adalah hal yang layak telusur," ujarnya.

Lebih jauh Iskandar mencontohkan, data mengenai perolehan medali pada Cabot renang 50 meter putra dan 100 meter gaya kupu-kupu putri yang dipertandingkan pada Kamis (6/12) lalu, berpotensi menimbulkan riak jika datanya tidak "ditangani" secara baik.

Saat itu, beber Iskandar, keterbatasan alat deteksi (sensor) finish menyebabkan panitia dan official pertandingan kesulitan menentukan pemenang juara II 100 meter kupu-kupu putri dan juara III 50 meter gaya punggung putra.

Setelah melalui musyawarah yang alot, akhirnya diputuskan bahwa pemenang perak dan perunggu pada masing-masing nomor ditetapkan dua orang.

"Kami terima data perolehan medali sesuai dengan kesepakatan juri, panitia dan penanggungjawab Cabor itu. Jadi apa yang kami sajikan merupakan hasil resmi, bukan versi dari masing-masing kontingen, walaupun nantinya akan ada ketidaksesuaian pada total jumlah medali, tapi itulah faktanya, ini akan jadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan mendatang, " tambahnya. (m6)