Berita Terkini
Nasional

Abrasi Makin Parah, Rumah Janda Miskin Jebol

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Senin, 10 Desember 2018 17:54 WIB · 2 menit baca
Abrasi Makin Parah, Rumah Janda Miskin Jebol
Abrasi di pesisir Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana semakin parah

PUBLIKSATU, Areal pesisir pantai di Lingkungan Asri dan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana kondisinya semakin memprihatinkan. Abrasi yang melanda wilayah tersebut semakin parah. Bibir pantai yang dulunya sangat jauh dari pemukiman, kini berada tepat di belakang rumah-rumah warga.

Seperti yang dialami Ni Ketut Sukradani,46 salah seorang warga yang tinggal di Lingkungan Asri, Kelurahan Gilimanuk ini. Beberapa bangunan rumahnya terkena abrasi. Bahkan bangunan dapurnya sudah lebih dulu jebol dihantam gelombang beberapa bulan lalu.

Sejak saat itu, janda satu anak ini terpaksa memanfaatkan satu dari dua kamar tidurnya sebagai dapur. “Saat air lautnya pasang, bisa sampai ke dalam rumah. Kami sangat khawatir, makanya setiap air pasang kami mengungsi,” ujar Sukradani yang sehari-hari membuat canang untuk dijual.

Menurut Sukradani, rencananya ia akan merobohkan plapon bedek yang setengahnya sudah disangga bambu tersebut. Dirinya khawatir jika dibiarkan lebih lama, plapon bedek itu sangat membahayakan jiwa saat tidur apalagi penuh dengan debu. Selain itu kondisi pantai di belakang rumahnya dan juga warga di Lingkungan Asri lainnya sudah porak poranda.

Sebelumnya juga sudah ada bantuan bongkahan beton dan buis yang datang ke lokasi namun tidak ada penanganan lebih lanjut. “Infonya alat berat segera datang tapi sampai sekarang belum ada,” jelasnya.

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) beberapa warga yang sempat ditemui di lokasi mengaku was-was. Meskipun areal tersebut sudah mendapatkan penanganan berupa pemasangan beton buis untuk penghalang ombak. Dikatakan, warga saat air laut pasang, gempuran ombak tidak dapat terbendung lagi dan pecahan air laut masuk sampai ke rumah mereka. Kini pemukiman warga sudah sangat dekat dengan bibir pantai.

Lurah Gilimanuk, Gede Wariana Prabawa saat dikonfirmasi kemarin mengatakan, pemasangan buis dan juga merapikan bongkahan beton yang sudah ada di lokasi tinggal menunggu alat berat. Pihaknya juga masih mengupayakan agar bisa segera ditangani.

Sebelumnya Lurah Gilimanuk juga mengatakan untuk penanganan jangka panjang, Kelurahan sudah mengajukan permohonan penanganan abrasi sepanjang 300 meter terutama di Lingkungan Jineng Agung. Sedangkan untuk penanganan jangka pendek, dipasang benteng penahan ombak secara swadaya. Menurutnya saat ini memang dampak abrasi di sepanjang pantai yang penuh warga itu sudah cukup parah. Bahkan akses jalan antar lingkungan sudah mulai putus.

(bx/tor/yes/JPR)