Ditopang Stabilitas Data Penjualan Eceran, IHSG Menguat

PUBLIKSATU, Pasar saham Indonesia awal pekan ini berpeluang mengalami kenaikan lanjutan, ditopang sentimen terkait stabilitas data penjualan eceran Oktober 2018.
Analis PT indosurya Bersinar Sekuritas, William Suryawijaya, memasuki pengujung 2018 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin menunjukkan aksi untuk terus melaju naik di tengah gejolak harga komoditas.
"Capital inflow yang berpeluang kembali terjadi menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan investor terhadap pasar modal domestik masih terus meningkat," ucap William, di Jakarta, Senin (10/12).
Selain itu, kata dia, IHSG juga akan ditopang data penjualan eceran Oktober 2018 yang akan diumumkan Bank Indonesia (BI) pada hari ini. "Rilis data penjualan ritel diperkirakan terjadi peningkatan, sehingga akan mendorong pergerakan IHSG ," ujarnya.
William menambahkan, sentimen positif juga bersumber dari data cadangan devisa (cadev) November 2018 yang meningkat. "Peluang menguat IHSG masih akan terlihat sepanjang perdagangan hari ini," kata William.
Lebih lanjut dia menyatakan, saat ini IHSG memiliki support terdekat yang akan berupaya dipertahankan pada level 5.955, sedangkan target resisten terdekat yang berusaha ditembus ada di posisi 6.226.
Dengan demikian, kata William, adanya potensi kenaikan lanjutan pada laju IHSG hari ini bisa direspons para investor dengan mengakumulasi delapan saham berikut:
1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)
2. PT Gudang Garam Tbk (GGRM)
3. PT HM Sampoerna Tbk (HMSP)
4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)
6. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)
7. PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL)
8. PT Wika Beton Tbk (WTON).
(mys/JPC)