Melepas Penat di Pantai Toronipa Kabupaten Konawe

SULAWESI Tenggara (Sultra) memang terdapat banyak tempat untuk berekreasi. Salah satunya Pantai Toronipa. Akhir pekan kemarin saya bersama rombongan melepas penat di patani yang memiliki pasir putih di Kabupaten Konawe itu.
Laporan: Darmono--- Kendari
SIANG itu, Minggu (9/12) kami bersama keluarga kecil Kosan yang berada di Jalan Ahmadyani, Lorong Pertanian, Kecamatan Kadia, Kota Kendari sedang melakukan perjalanan di Pantai Toronipa yang berjarak kurang lebih setengah jam perjalanan dari Kota Kendari.
Rombongan kami yang terdiri dari dua kelompok, dimana kelompok pertama memakai tiga buah sepeda motor, yakni saya bersama Iliana, Harun (Kolaka Pos) berboncengan. Kemudian Sumi serta Mardin berboncengan dengan Dasman.
Sementara rombongan yang kedua menggunakan mobil dengan kepala rombongan Zamil didampingi oleh sang nyonya Zahara dan kedua bidadari kecil mereka yang bernama Putri dan Aqila, bersama Lia, Tati, dan Erna.
Kedua rombongan berjalan beriringan menuju pantai. Hingga akhirnya rombongan kami tiba di Pantai Toronipa menjelang siang.
Untaian pasir pantai Toronipa yang landai dan cukup bersahabat disaat-saat senggang, ketika kami melangkahkan kaki di padang pantai yang diselimuti pasir putih serta dihiasi warna kuning nan berlimpah ruah penuh dengan persahabatan.
Tak luput nuansa ketenanagan hati yang disuguhkan melalui seluas mata memangdang, yang hanya dengan hamparan pasir dan pohon nipa yang menambah keindahan dan keteduhan serta nuansa syahdu saat berada di Pantai Toronipa.
Pantai Toronipa terletak di Kabupaten Konawe, yakni di ujung timur salah satu teluk yang mengapit Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pantai Toronipa merupakan salah tempat untuk bersantai bersama keluarga di waktu senggang, dimana posisi pantai ini cukup menakjubkan dan dimana arahnya orientasinya menghadap ke Laut Banda.
Menurut cerita yang beredar, Toronipa sendiri berasal dari Bahasa Bugis (Toro Nipa) yang berarti (pohon nipa lentur). Ini juga sesua dengan kondisi pantai yang sebahagian besarnya dihiasi pohon nipan.
Pantai Toronipa, memiliki luasan kurang lebih 4 km pantai berpasir putih yang bercampur warna kuning dan terbentang di seluruh teluk. Luasnya hamparan pasir lembut yang bisa menampung sejumlah besar pengunjung mungkin adalah alasan mengapa Toronipa menjadi favorit Pantai Kendari terutama pada akhir pekan.
Lokasinya di ujung timur teluk, membuat Toronipa menjadi tempat yang tepat untuk menikmati matahari terbit dan terbenam. Banyak pengunjung yang datang secara khusus. Biasanya untuk menikmati dan mengabadikan momen saat matahari terbit (sunrise) bahkan matahari tenggelam (sunset) di celah cakrawala yang seolah terlukiskan oleh jemari sang Pencipta Penguasa Alam Semesta.
Menurut Zamil, salah seorang ketua rombongan mengatakan, Pantainya Toronipa biasanya di hari Sabtu dan Minggu banyak dikunjungi oleh masyarakat membawa seluruh keluarganya baik dari Kota Kendari maupun dari wilayah Konawe dan sekitarnya.
"Biasanya rata-rata masyarakat membawa keluarganya ke Pantai Toronipa untuk menghilangkan kejenuhan setelah bekerja lima hari lamanya. Apalagi pantai ini banyak digemari oleh rombongan keluarga, disamping karena airnya yang teduh dan tempatnya yang landai," jelasnya.
Sehingga, sambung Zamil, kadang masyarakat banyak yang datang ke Pantai Toronipa membawa anak-anak untuk mandi karena airnya tidak terlalu dalam.
"Kadang-kadang banyaknya masyarakat membawa anak mereka untuk mandi di Pantai Toronipa, karena selain airnya tenang dan Pantai Toronipa ini cukup landai airnya (dangkal)," tukasnya.
Apalagi untuk fasilitas di Pantai Toronipa sudah tersedia gubuk dan gazebo yang disiapkan untuk pengunjung. Tersedia juga beberapa jajanan makanan, makanan ringan, serta air kelapa muda yang bisa menghilangkan dahaga para pengunjung pantai. (***)