Warga Temukan Mayat Telanjang Tersangkut Jaring Ikan

PUBLIKSATU, BLITAR - Wagiman warga Desa Jugo, Kecamatan Kesamben ditemukan meninggal dunia hanyut di sungai setempat, Minggu (9/12). Kakek 80 tahun itu ditemukan tersangkut jaring ikan yang dipasang warga di sungai.
Informasi yang diterima koran ini, kakek nahas itu ditemukan sekitar pukul 14.00 dengan kondisi sudah tak bernyawa. Saat ditemukan, Kondisinya telanjang. Menurut keterangan keluarga, Wagiman memang biasa mandi sungai. "Biasanya mandi di sungai. Makanya keluarga mencari di sungai," terang Kasubbag Humas Polres Blitar Iptu M. Burhanudin, Senin (10/12).
Burhan menjelaskan, sebelumnya kakek malang itu dicari oleh keluarganya. Sebab, sudah sejak pagi hingga siang belum juga pulang. Keluarga menduga Wagiman mandi di sungai seperti biasanya. "Istrinya (Katijem) saat itu bingung mencari suaminya (Wagiman)," ungkapnya.
Saat itu, usai pulang dari mencari kayu bakar sekitar pukul 12.00 Katijem mencari suaminya tersbebut. Awalnya Dicari sekitar rumah tetapi tidak kunjung ketemu. Akhirnya, Katijem mencari suaminya di sungai tak jauh dari rumah.
Katijem pergi ke sungai sendiri. Tiba di sungai, dia kaget karena melihat baju dan celana Wagiman tergeletak di tepi sungai. Istrinya khawatir namun tetap berusaha mencari di sungai. "Tapi tidak kunjung ketemu," ujar polisi ramah ini.
Dia lantas meminta bantuan saudaranya, Wasis. Saudaranya tersebut langsung menceburkan diri ke sungai untuk mencari Wagiman. Tapi juga tidak ketemu. Sekitar pukul 14.00, warga membantu mencari dengan mengecek jaring ikan yang sedang di pasang di sungai.
Setelah dicek, terlihat ada sesosok tubuh menyangkut di jaring. Warga lalu meminta bantuan orang lain untuk mengangkat tubuh tersebut. Setelah dicek, ternyata adalah tubuh Wagiman.
Karena cuaca mendung tebal dan sudah gerimis warga membawa jenazah korban ke rumah duka. Dengan adanya kejadian tersebut keluarga korban menerima musibah itu. "Keluarga meminta agar jenazah tidak di otopsi dan segera dilakukan pemakaman," tandas Burhan.
(rt/kan/abd/ang/JPR)