Berita Terkini
Busel

Pekka Busel Minta Komitmen Pemerintah Hentikan Perkawinan Anak di Bawah Umur

Oleh Redaksi Publiksatu / Rudi · Selasa, 11 Desember 2018 14:48 WIB · 2 menit baca
Pekka Busel Minta Komitmen Pemerintah Hentikan Perkawinan Anak di Bawah Umur
Pekka Busel saat menggelar diskusi forum pemangku kepentingan terkait perkawinan anak di bawah umur dan kekerasan dalam keluarga

PUBLIKSATU, BUTON SELATAN - Serikat Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) Kabupaten Buton Selatan (Busel) nampak prihatin dengan fenomena perkawinan anak di bawah umur. Mereka menginginkan ini dihentikan.

Salah satu upaya yang dilakukan Pekka Busel, menggelar diskusi forum pemangku kepentingan dengan mengangkat tema "Stop Perkawinan Anak dan Kekerasan dalam Keluarga". Diskusi digelar di baruga Desa Bola, Kecamatan Batauga, Senin (10/12). Wali Amanah Serikat Pekka Kota Baubau, Linda Paliran dipercaya menjadi moderator diskusi tersebut.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari peringatan hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak. Melalui diskusi ini, Pekka Busel ingin membangun komunikasi dan jaringan kerja sama dengan para pemangku kepentingan seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Sosial (Dinsos), Kantor Urusan Agama (KUA) di Busel.

"Kita ingin membangun komitmen para pemangku kepentingan untuk membantu menyelesaikan permasalahan penguatan hukum keluarga, seperti stop perkawinan anak dan kekerasan dalam rumah tangga," ujar Linda dikonfirmasi usai diskusi.

Kata dia, menurut laporan Pekka Busel, perkawinan anak masih saja terjadi di wilayah tersebut. Namun, dia tak mengetahui jumlah pastinya.

"Kita berharap perkawinan anak ini sudah tidak ada lagi. Karena secara kematangan reproduksi, mereka belum siap," tutur Linda.

Dia menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan dan Anak. "Sampai RUU ini betul-betul bisa disahkan oleh DPR RI," tandasnya. (exa)