Berita Terkini
Nasional

La Nyalla Menyesal Sebut Jokowi PKI, Gerindra: Urusannya Sendiri

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Rabu, 12 Desember 2018 20:15 WIB · 2 menit baca
La Nyalla Menyesal Sebut Jokowi PKI, Gerindra: Urusannya Sendiri
La Nyalla Mataliti

PUBLIKSATU, Mantan pendukung Prabowo Subianto, La Nyala Mataliti buka-bukaan soal isu Jokowi PKI dan antek asing yang dibuatnya dulu. Lantas apakah Gerindra pernah meminta kepada La Nyala untuk menggulirkan isu tersebut?

Saat dikonfirmasi, Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, pihaknya tidak pernah memerintahkan kepada keder-kader termasuk La Nyalla untuk menghembuskan isu PKI.

‎"Pemimpin Partai Gerindra, tidak pernah berpikir, apalagi mengambil kebijakan yang memerintahkan kepada kader dan anggotanya untuk memuduh Jokowi sebagai komunis atau anak komunis/anak PKI," ujar Sodik saat dihubungi, Rabu (12/12).

‎Menurut Sodik, pernyataan La Nyalla yang mengatakan Jokowi bagian dari PKI adalah penyataan pribadi. Bukan dari usulan atau suruhan Partai Gerindra.

"Bahwa Jokowi seorang komunis dan atau anak komunis merupakan inisiatif dan pernyataan pribadi La Nyalla sendiri. Dengan demikian kalau sekarang La Nyalla merasa menyesal dan minta maaf, maka adalah juga urusan sendiri sehingga bebas melakukannya," katanya.

Sebelumnya, Ketua Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mataliti telah menyatakan dukungan untuk pasangan capres dcawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal ini tentu menjadi tanda tanya mengingat sebelumnya dia merupakan anak buah Prabowo Subianto di Gerindra. Bahkan dia kala itu cukup vokal mengkritik Jokowi.

Disinggung mengenai itu, La Nyalla mengatakan, telah meminta maaf langsung kepada Jokowi atas sejumlah serangan yang pernah dilakukannya. Termasuk tudingannya yang menyebut Jokowi PKI.

"Saya datang ke beliau (Jokowi, Red), saya minta maaf. Bahwa saya yang isukan Pak Jokowi PKI. Saya yang fitnah Pak Jokowi Kristen, Cina. Saya yang sebarkan (majalah, Red) Obor di Jawa Timur, Madura," kata La Nyalla.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku telah salah menuding Jokowi dengan isu PKI, atau anti-Islam. Sementara itu, mantan politikus Gerindra itu menilai wajar atas kritiknya kepada Jokowi. Mengingat saat itu dia berada pada posisi sebagai kubu oposisi.

"Waktu itu wajar saya bilang gitu karena oposisi, oposisi kan apa aja dihajar lawannya, karena sekarang saya bukan oposisi, saya harus tobat," ungkapnya.

(gwn/JPC)