Berita Terkini
Internasional

AS Desak PBB Untuk Cegah Iran Kembangkan Rudal

Oleh Redaksi Publiksatu / Kasim · Kamis, 13 Desember 2018 22:36 WIB · 2 menit baca
AS Desak PBB Untuk Cegah Iran Kembangkan Rudal
Ilustrasi Rudal

PUBLIKSATU, Amerika Serikat (AS) desak Dewan Keamanan PBB untuk mencegah Iran mengembangkan rudal balistiknya. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo ingin DK PBB memperkuat posisinya untuk melarang Iran mengembangkan rudal yang mampu mengirim senjata nuklir dan melaksanakan uji coba.

Pompeo juga meminta kepada DK PBB agar embargo senjata terhadap Iran tidak boleh dicabut pada 2020 dan menyerukan DK PBB untuk menetapkan langkah-langkah inspeksi dan larangan di pelabuhan dan di laut lepas. Ini perlu dilakukan untuk menggagalkan upaya Iran menghindari pembatasan senjata.

"Iran menyembunyikan Al Qaeda, mendukung gerilyawan Taliban di Afghanistan, mempersenjatai teroris di Lebanon, memfasilitasi perdagangan gelap di Somalia yang menguntungkan Al Shabaab, dan melatih serta memperlengkapi milisi Syiah di Irak," kata Pompeo selama pertemuan tentang penerapan sanksi PBB dilansir dari Reuters Kamis (13/13).

Rusia dan Tiongkok yang merupakan pemegang hak veto DK PBB tidak mungkin mendukung langkah-langkah yang diusulkan oleh Pompeo. Pada Februari Rusia memveto sebuah upaya oleh barat untuk meminta DK PBB memanggil Teheran dalam resolusi di Yaman.

Duta Besar Rusia di PBB Vassily Nebenzia menuduh beberapa anggota dewan menggunakan pertemuan untuk membahas perilaku regional Iran. Mereka menggambarkan seolah-olah itu adalah satu-satunya sumber dari semua kesengsaraan di Timur Tengah.

“Apa yang tidak mereka ucapkan adalah semacam usulan substantif mengenai topik ini dan terkadang kami meninggalkan kesan bahwa satu-satunya tujuan adalah untuk lebih meningkatkan histeria anti-Iran dan untuk menjelekkan Iran,” kata Nebenzia kepada dewan.

Resolusi tahun 2015 menyerukan Iran untuk menahan diri selama delapan tahun dari mengerjakan rudal balistik yang dirancang untuk mengirimkan senjata nuklir.

Sebagian besar sanksi PBB yang dikenakan terhadap Iran dicabut pada Januari 2016 ketika badan pengawas nuklir PBB menegaskan bahwa Teheran memenuhi komitmen di bawah kesepakatan nuklir dengan Inggris, Prancis, Jerman, Tiongkok, Rusia dan Amerika Serikat. Namun Iran masih tunduk pada embargo senjata PBB dan pembatasan lainnya.

Sanksi dan pembatasan PBB terhadap Iran tercantum dalam resolusi 2015, yang juga mengabadikan perjanjian nuklir Iran 2015.

(iml/JPC)