Rektor USN Kolaka: Jangan Coba-Coba Datang ke Rumah!

PUBLIKSATU, KOLAKA - Sebanyak 185 calon dosen dan tenaga administrasi Kemenristek Dikti di lingkup Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka akan mengikuti ujian seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 yang dilaksanakan di kampus USN Kolaka, Kamis pagi (13/12).
Terkait pelaksanaan ujian yang akan diikuti 185 orang tersebut, Rektor USN Kolaka Dr Azhari mengingatkan seluruh peserta maupun keluarga mereka agar tidak coba-coba menghubungi, apalagi menemui dirinya untuk mendapatkan akses, kemudahan atau perlakuan khusus.
Jika hal itu coba dilakukan oleh peserta atau keluarganya, Azhari memastikan yang bersangkutan akan malu, sebab ia tidak segan-segan “mengusir” mereka keluar dari ruang kerja rektor atau kediaman pribadinya.
“Jangan coba-coba datang ke rumah saya untuk keperluan apa pun. Jangankan yang mau ujian, yang sudah PNS atau karyawan USN pun saya larang datang ke rumah untuk urusan apa saja. Kecuali ada urusan mendesak untuk ditandatangani karena tidak bisa lagi ditunda besok. Jangan coba-coba mau main sogok apalagi senilai ratusan juta, itu sama saja menghina saya. Saya usir kalian,” tegas Azhari kepada wartawan di ruang rapat rektorat USN, Rabu (12/12).
Ditegaskan Azhari, sikapnya itu bukan untuk membatasi diri dengan kehidupan atau pergaulan sosial dengan kawan, keluarga, atau rekan sejawat lainnya. Sikap itu diterapkannya sebagai langkah awal untuk menciptakan kampus berintegritas, yang pondasinya dibangun dan dikelola oleh pegawai yang berintegritas pula.
“Kalau ada dosen atau karyawan yang sedari awal masuk di kampus ini dengan modal sogok, maka saya yakin orang seperti itulah yang nantinya merusak kampus ini. Mau jadi apa kampus kita, mau jadi apa mahasiswa atau alumni USN kalau ada dosen atau pegawai seperti itu,” tambahnya.
Untuk diketahui, 185 orang yang sebelumnya lolos seleksi Tes Kompetensi Dasar (TKD) dan tahapan perengkingan akan mengikuti ujian lanjutan guna memperebutkan 115 formasi jabatan di lingkup USN Kolaka. Ke-115 peserta seleksi tersebut nantinya akan mengikuti ujian berbasis komputer (CAT), tes kesehatan dan wawancara.
Khusus peserta seleksi CPNS dosen, mereka juga harus mengikuti tahapan uji micro teaching atau kemampuan mengajar. Tahap uji seperti itu kata Azhari, dilakukan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menerapkan “transfer knowledge”.
Untuk diketahui, secara nasional penerimaan CPNS 2018 kali ini Kemenristek Dikti mendapatkan jatah kuota 9.200 dari jumlah kuota yang diajukan sebanyak 14.000 ke Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
Kuota sebanyak 9.200 CPNS tersebut terbagi untuk 8.000 formasi dosen dan 1.200 tenaga administrasi teknis. Dosen yang direkrut ini merupakan dosen pegawai negeri khusus untuk kampus dibawah Kemenristek Dikti dan tidak untuk dosen, di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Sebagian besar dosen hasil seleksi tersebut nantinya ditempatkan pada Perguruan Tinggi Negeri Baru (PTNB) di seluruh Indonesia, termasuk USN Kolaka. (m6)